Jum'at, 24 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Koperasi di Pemkab Malang raih fasilitas pusat informasi

Editor   -   Minggu, 24 Juli 2011, 09:25 WIB

BERITA TERKAIT

MALANG: Pemkab Malang memfasilitasi pengembangan koperasi dan usaha mikor kecil menengah (UMKM) dengan membangun pusat informasi, promosi, dan pemasaran, Griya Koperasi-UMKM di Kec. Lawang, Kab. Malang yang dananya dari hibah Pemprov Jatim senilai Rp3,7 miliar.Sekretaris Daerah Kab. Malang Abdul Malik, mengatakan dengan adanya Griya Koperasi-UMKM maka ada wahana promosi dan gerai secara permanen bagi koperasi dan UMKM di Kab. Malang."UMKM di Kab. Malang ini kan banyak. Ada 273.000 UMKM berdiri di daerah ini. Karena itulah, keberadaan mereka perlu dibantu dengan fasilitasi lewat pusat informasi, promosi, dan pemasaran koperasi dan UMKM," kata Abdul Malik di sela-sela Peresmian Griya Koperasi-UMKM di Malang, hari ini.Dengan adanya fasilitas tersebut, dia berharap, maka akan ada pasar, yakni pertemuan antara pembeli dan penjual. Selain gerai promosi, nantinya promosi terhadap produk-produk UMKM bisa lebih luas lagi.Contohnya membuat portal tentang produk UMKM. Juga brosur dan leaflet tentang koperasi dan UMKM yang dikirim ke pemangku kepentingan, seperti biro-biro perjalanan. Keberadaan dari biro perjalanan penting dalam memasarakan UMKM karena mereka biasanya menjual produk-produk wisata dengan tujuan Malang. "Jadi wisatawan-wisatawan nantinya bisa diajak ke Griya Koperasi UMKM." (faa)


Editor :

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.