Rabu, 03 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

BUMN salurkan Rp110 miliar untuk pasar murah

Muhammad Sarwani   -   Kamis, 18 Agustus 2011, 17:02 WIB

BERITA TERKAIT

 

JAKARTA: Kementerian BUMN mengalokasikan dana sebesar Rp110 miliar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kurang mampu melalui kegiatan pasar murah di 33 provinsi yang dilaksanakan dalam program BUMN Peduli.
 
Johar Maturidi, Kepala Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Sucofindo, mengatakan dari Rp110 miliar alokasi dana pada tahun ini, sebesar Rp11 miliar di antaranya dialokasikan untuk keenam wilayah ibu kota, termasuk Kepulauan Seribu.
 
"Program BUMN Peduli melalui kegiatan pasar murah, merupakan hasil subsidi sekitar 30% sehingga komoditas yang kami jual lebih murah dari harga pasar," ujar Johar Maturidi kepada Bisnis, hari ini dalam kegiatan pasar murah di Kelurahan Bidara Cina, Jaksel.
 
Dana Rp11 miliar yang bersumber dari perusahaan BUMN-BUMN tersebut disalurkan melalui tiga tahapan kegiatan. Pertama, dilaksanakan menjelang Ramadhan, kedua menjelang Lebaran, dan ketiga menjelang Hari Natal.
 
Adapun komoditas yang dijual dengan harga lebih murah sekitar 30% dari harga normal terdiri dari beras, gula pasir, dan minyak goreng. Program BUMN Peduli dilaksanakan oleh masing-masing perusahaan BUMN berdasarkan SK Menteri Negara BUMN 2011.
 
PT Sucofindo sebagai koordinator BUMN Pembina PKBL sekaligus penyalur pasar murah di DKI Jakarta, dipercaya mengatur pelaksanaan program agar tepat sasaran. Agar penyaluran sembako murah tepat sasaran, PT Sucofindo menggandeng kelurahan mendistribusikannya.
 
"Harapan kami melalui Program BUMN Peduli, masyarakat kurang mampu maupun yang terkena langsung dari dampak kenaikan harga kebutuhan sembako, khususnya beras, gula, dan minyak goreng, bisa memanfaatkan pasasr murah sebaik-baiknya." (sut)
 

 


Editor : Sutarno

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.