Senin, 24 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Aturan pelaksanaan benih GMO terbit Oktober

Yeni H. Simanjuntak   -   Jum'at, 19 Agustus 2011, 16:15 WIB

BERITA TERKAIT

 

JAKARTA: Peraturan pelaksanaan soal benih dan tanaman transgenik (genetically modified organisme/GMO) diperkirakan keluar pada Oktober tahun ini, sehingga benih GMO mulai dapat dikembangkan di Indonesia.
 
Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi mengatakan dari sisi teknologi ke depan akan fokus dalam pengembangan benih transgenik yang selama ini belum tergarap dan teknologi pasca panen. 
 
"Kedua teknologi itu mampu meleverage APBN dalam menyumbang PDRB," ujarnya hari ini.
 
Transgenik, kata dia, sedang dibahas intensif di untuk menghasilkan pertauran pelaksanaan. Presiden, lanjutnya, sudah memberikan amanat untuk membuat petunjuk teknis dalam impelemntasi GMO. "Pada awal Oktober 2011 . Insya Allah Oktober sudah ada."
 
Menurut Bayu, jagung dan tebu yang paling berpeluang untuk dibuat benih secara transegnik. Adapun, padi transgenik, kata dia, belum siap diterapkan.
 
Dia memaparkan anggaran Kementan pada tahun depan sebesar Rp17,8 triliun diharapkan mampu menghasilkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pertanian sebesar Rp800 triliun. 
 
Adapun, faktor penting untuk mencapai target itu, kata dia, berupa penggunaan teknologi. Teknologi yang paling penting, kata dia, berupa teknologi benih GMO dan teknologi pasca panen.
 
Rencana penggunaan beras kuning atau golden rice yang merupakan hasil dari rekayasa genetika pada 2013 dinilai hanya akan menimbulkan masalah baru, karena belum ada kejelasan keamanan dari beras tersebut dan belum ada kepastian soal dibolehkannya petani menyimpan benih itu sebagai bibit.
 
Sebelumnya, Koordinator Aliansi Desa Sejahtera Tejo Wahyu Jatmiko mengatakan beras kuning transgenik tersebut akan dikembangkan secara komersial di Indonesia pada 2013 setelah dikembangkan terlebih dahulu di Filipina pada 2011-2012.
 
Menurut dia, agenda dari pengembangan golden rice itu untuk mengembangkan pasar di Indonesia dan membantu pengembangan bio safety yaitu aturan keamanan pangan dan hayati. (sut)
 

Editor : Sutarno

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.