Kamis, 24 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

Indonesia Disepakati Jadi Sekretariat Coral Triangle Initiative

Editor   -   Sabtu, 29 Oktober 2011, 11:41 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA: Enam negara sepakat dirikan sekretariat regional permanen Coral Triangle Initiative-Coral Reefs, Fisheries and Food Security (CTI-CFF) di Manado Sulawesi Utara.Kesepakatan itu merupakan hasil dari pertemuan enam pejabat tinggi yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Timor-Timur, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon  pada 3rd Ministerial Meeting CTI-CFF di Jakarta.Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengatakan pertemuan ketiga ini merupakan tonggak sejarah karena enam negara telah berkomitmen mendirikan sekretariat dan menyepakati logo CTI-CFF. Lahirnya sekretariat dan logo diresmikan kemarin malam (28/10) setelah pertemuan berjalan lima hari, 24-28 Oktober 2011.“Ini cita-cita kami untuk bersatu. Sebuah kerjasama yang akan bermanfaat bagi masyarakat, terutama masyarakat perikanan untuk menjaga terumbu karang supaya jadi rumah ikan,” katanya.Selain dua kesepatakan itu, pertemuan juga menghasilkan kesepakatan dukungan kuat dari negara donor yakni Amerika Serikat dan Australia serta mitra seperti Asian Development Bank (ADB), Global Environment Facility (GEF) dan WWF.Amerika Serikat menyatakan komitmen untuk lebih meningkatkan bantuan dana, sedangkan Australia akan berikan tambahan bantuan dan capacity building.  "Semua ini kami lakukan untuk memperbaiki pengelolaan sumber daya kelautan dan pesisir. Tujuan jangka panjangnya agar keamanan pangan terpenuhi. Juga memastikan pembangunan ekonomi berkelanjutan dan peningkatan kerjasama antarnegara,” tutur Sharif.Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat sebagian besar wilayah perairan laut Indonesia telah ditetapkan para ahli biologi kelautan dunia sebagai pusat keanekaragaman hayati laut dunia yang memiliki 76% dari total spesies karang dunia dan 37% dari total ikan karang dunia.Kawasan ini merupakan bagian dari kawasan segitiga karang yang merupakan pusat keanekaragaman hayati laut dunia yang dikenal dengan Kawasan Coral Triangle Initiative.Wilayah perairan Indonesia memiliki 18% dari bagian terumbu karang dunia atau mencapai sekitar  60.000 km2. Sebagian besar berada di Indonesia bagian tengah, Sulawesi, Bali dan Lombok, Papua, Pulau Jawa, Kepulauan Riau, pantai Barat serta ujung barat daya Pulau Sumatra.Seluruh lingkungan ekosistem terumbu karang tersebut memiliki  keanekaragaman hayati yang masih sagat tinggi di dunia, misal lebih dari  2.500 jenis ikan, 590 jenis karang batu, 2.500 jenis moluska, dan 1.500 jenis udang-udangan.Terumbu karang dan ekosistem lain yang terkait, seperti padang lamun, rumput laut dan mangrove adalah ekosistem laut  terkaya di dunia. Sekitar 0,7% dari luas laut dunia atau sekitar 284.300 km2 adalah terumbu karang.Sebagian besar terumbu karang dunia sekira 55% terdapat di Indonesia, Filipina, Australia Utara, dan Kepulauan Pasifik. Sisanya, 30% di Lautan Hindia dan Laut Merah, 14% di Karibia, dan 1% di Atlantik Utara. Terumbu karang ditempati 25% biota laut dunia dan 350 spesies biota laut dunia. (faa) 


Source : Gloria Natalia

Editor :

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.