Sabtu, 25 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Konsumsi lokal tinggi, impor daging sapi 2012 butuh 72.290 ton

Yeni H. Simanjuntak   -   Jum'at, 11 November 2011, 15:03 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA: Hasil penelitian Institut Pertanian Bogor mencatat konsumsi daging tahun ini 1,87 kg per kapita per tahun, sehingga untuk memenuhi kebutuhan daging sapi tahun depan 448.800 ton masih harus impor 72.290 ton setara dengan 441.600 ekor sapi.Realisasi impor daging sapi tahun ini 93.000 ton. Selain impor daging beku, pemerintah memberikan kuota impor sapi bakalan tahun ini 600.000 ekor. Namun, realisasi impor sapi bakalan tahun ini diperkirakan hanya 450.000 ekor.Rata-rata 1ekor sapi menghasilkan 163,7 kg daging. Impor sapi bakalan tahun ini 450.000 ton setara dengan 73.665 ton. Total impor daging sapi tahun ini sekitar 166.665 ton.Impor daging pada tahun depan 72.290 ton turun 94.375 ton atau 56% dibandingkan dengan tahun ini 166.665 ton.Hasil penelitian Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor menyimpulkan konsumsi daging sapi saat ini 1,87 kg perkapita per tahun, sehingga kebutuhan daging nasional di Tanah Air tahun depan 448.800 ton.Kepala Tim Peneliti Konsumsi Daging Nasional dari Institut Pertanian Bogor Yayuk Farida Baliwati mengatakan penelitian tersebut mengggunakan data konsumsi daging dari Survey Sosial Ekonomi Nasional."Penelitian ini belum mencakup soal aspek kesehatan hewan. Rata-rata konsumsi di dalam negeri baru sepertiga dari konsumsi ideal. Namun, kita bukan pada konsumsi ideal, tetapi berdasarkan konsumsi aktual yaitu 1,87 kg perkapita per tahun," ujarnya saat Forum Group Discussion Supply dan Demand Daging Sapi, hari ini.Data yang digunakan pemerintah, konsumsi daging pada 2010 sebanyak 1,7 kg perkapita per tahun.Yayuk memaparkan penelitian itu juga telah memasukkan permintaan daging sapi pada hari besar keagamaan.Menurutnya, penelitian itu juga suah memasukkan permintaan daging untuk industri kecil dan rumah tangga serta asosiasi pedagang bakso serta makanan jadi dari Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sebesar 10% dari total konsumsi daging rumah tangga.Data konsumsi daging di Tanah Air bervariasi dari setiap instansi. Berdasarkan data Badan Ketahanan Pangan Kementan, konsumsi daging nasional pada 2010 sebesar 1,27 kg per kapita per tahun, Ditjen Peternakan Kementan sebesar 1,7 kg per kapita per tahun, Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi) 2,1 kg per kapita per tahun , sedangkan Asosiasi Feedloter Indonesia (Apfindo) 2,09 kg per kapita per tahun. Namun, pemerintah menggunakan data 1,7 kg per kapita per tahun pada 2010 dan 2011.Sementara itu, data Susenas Maret 2011 mencatat konsumsi daging nasional 1,68 kg per kapita pertahun.Yayuk menuturkan perbedaan data konsumsi daging disebabkan ada perbedaan definisi soal jenis daging dan permintaan. Konsumsi daging ideal, katanya, 4,9 kg per kapita per tahun.Sensus sapi oleh Badan Pusat Statistik pada taun ini mencatat populasi sebanyak 14,8 juta ekor.Dari jumlah populasi sapi sebanyak 14,8 juta ekor tersebut, maka diperkirakan dari jumlah tersebut potensial stok yang dapat dipotong pada tahun depan 2,3 juta ekor. Pemotongan ternak setiap bulan sekitar 185.000-200.000 ekor sapi.Rata-rata 1 ekor sapi dewasa menghasilkan 163,7 kg daging sapi, sehingga dengan potensial stok sapi lokal 2,3 juta ekor, maka dapat menghasilkan 376.510 ton.Kebutuhan daging sapi 2012 sebanyak 448.800 ton, sehingga masih kekurangan 72.290 ton. Kekurangan daging sapi pada 2012 sekitar 72.290 ton setara dengan 441.600 ekor sapi.Realisasi impor daging sapi tahun ini 93.000 ton. Kuota impor sapi bakalan tahun ini 600.000 ekor, tetapi diprediksikan hanya terealsiasi 450.000 ekor.Namun, beberapa pihak menilai hasil penilitian tersebut kurang akurat, karena fakta konsumsi daging lebih tinggi dari 1,87 kg per kapita per tahun.Direktur Eksekutif Aspidi Thomas Sembiring mengatakan metode penghitungan konsumsi daging di Tanah Air berbeda-beda, sehingga hasil juga tidak sama. Data Aspidi, katanya, konsumsi daging tahun ini 2,1 kg per kapita per tahun dengan asumsi pertumbuhan penduduk, pertumbuhan turis asing, serta pertumbuhan ekspatriat."Perbedaan itu kecil, konsumsi daging di luar negeri sudah jauh lebih tinggi," jelasnya. (faa)


Editor :

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.