Senin, 15 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Pertamina akan bangun 6 SPBG baru

Aprianto Cahyo Nugroho   -   Selasa, 22 November 2011, 18:00 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA: PT Pertamina (Persero) berencana membangun satu stasiun induk (mother station) beserta lima stasiun anak (daughter) pengisian bahan bakar gas (SPBG) baru di daerah Bitung, Tangerang, tahun depan.“Pertamina sedang propose untuk 2012, paling tidak 1 mother dengan 5 daughter di Bitung. Ada daerah Pertamina di sana yang bisa untuk membangun kompressor pengisian 5 daughter atau SPBG tanpa pipa,” ujarnya hari ini.Sayang, Nanang enggan merinci biaya investasinya karena saat ini masih dalam tahap persetujuan anggaran pemegang saham.Dia juga tidak mengungkapkan apakah dalam pengelolaan SPBG itu nanti, perseroan akan menggandeng pihak ketiga.Menurutnya, investasinya sebenarnya tidak terlalu besar dan akan menggunakan dana internal, bukan dana APBN.“Kami lagi berhitung, tidak terlalu mahal sebetulnya. Kami sudah ajukan ke perusahaan untuk dialokasikan, nanti yang menjalankan Pertagas ," katanya."Mereka secara prinsip sudah setuju, sekarang dalam tahap persetujuan anggaran. Kalau ternyata itu nanti dialih oleh APBN ya alhamdulillah."Nanang berharap bus Transjakarta bisa menjadi konsumen utama SPBG tersebut saat sudah jadi pada Juni 2012.Namun kendaraan umum lainnya seperti taksi juga bisa menjadi pasar baru setelah keluarnya kewajiban menggunakan BBG dari Pemprov DKI Jakarta.“Yang pasti menyerap itu kan busway, kalau taksi dan sebagainya itu kan masih ada alternatif. Sampai nanti Pemda bilang semua kendaraan umum harus pakai BBG, nanti mereka jadi captive market juga."Untuk harganya, Pertamina berencana mematok harga Rp4.100 per liter setara premium (LSP).Dengan harga itu, Pertamina EP sebagai penyedia gasnya, bisa mendapat margin lebih baik.“Kita harapkan Rp4.100 , sehingga di upstream bisa dapat sekitar US$4 per MMBTU ,” ujarnya.Seperti diketahui, gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) merupakan alternatif bahan bakar selain bensin atau solar. Di Indonesia, CNG dikenal sebagai bahan bakar gas (BBG).Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo selama ini gencar menyerukan bahwa untuk mengurangi besarnya subsidi BBM, maka perlu dilakukan konversi BBM ke BBG untuk sektor transportasi.Indonesia sebenarnya cenderung terlambat jika dibandingkan negara lain seperti India, yang belum lama ini mengembangkan CNG namun sudah memiliki SPBG yang banyak.Saat ini jumlah SPBG di Indonesia hanya ada 6, menyusut dari rencana awal 11 SPBG. Keenam SPBG tersebut juga hanya terdapat di Jakarta. (Bsi)


Editor :

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Dapatkan data Neraca, Reksa Dana, Waran, Swap, Valas, Obligasi, dan Saham. Klik disini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik disini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.