Senin, 24 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

BPPT kembangkan ikan nila bibit unggul

Adhitya Noviardi   -   Selasa, 29 November 2011, 15:50 WIB

BERITA TERKAIT

 

JAKARTA: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meluncurkan produk riset dan rekayasa ikan nila unggul, yang memiliki daya tahan terhadap kadar salinitas tinggi, dan terhadap berbagai penyakit, dan fluktuasi kadar garam. Ikan ini bisa dibudidayakan di bekas tambak yang rusak.
 
Ikan nila (oreochromis niloticus) ini, merupakan hasil rekayasa dari tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Riset itu mampu menjadi ikan tawar dengan daya tahan terhadap salinitas tinggi mencapai 20 part per thousand (ppt), seperti pada air payau tambak. Sementara kadar garam air laut normal mencapai 30-35 ppt.
 
Kepala BPPT Marzan Azis Iskandar menuturkan sejak awal budidaya jenis ikan itu akan memanfaatkan lokasi bekas  tambak yang telantar. Misalnya saat ini di kawasan Karawang, Jawa Barat.
 
"Ikan nila ini mempunyai nilai yang cukup tinggi, dan memiliki peluang besar dalam jenis ikan payau budidaya, terutama untuk pasar ekspor. karena selama ini ekspornya termasuk tinggi," kata Marzan hari ini di sela-sela acara peluncuran jenis ikan rekayasa itu di Jakarta.
 
Menurutnya, Indonesia  produksi ikan nila masih perlu dioptimalkan untuk kebutuhan ekspor terutama dengan tujuan Jepang. Selama negara produsen terbesar ikan nila a.l. China, Mesir, dan Indonesia.
 
Marzan menuturkan peningkatan produksi ikan dari hasil penangkapan saat ini sulit terwujud, seiring dengan produksi ikan melalui penangkapan mengalami stagnasi. "Penyediaan ikan melalui budidaya merupakan pilihan utama untuk meningkatkan produksi," ujarnya.
 
Indonesia kini dihadapi pada kondisi kritis ketersediaan pangan, dan memerlukan sumber protein hewani terutama ikan. Selain itu, lanjutnya, perkembangan pengetahuan gizi juga menekankan pentingya ikan bagi kesehatan, terutama meningkatkan kecerdasan.
 
BPPT sebagai pusat unggulan teknologi, meberikan solusi dalam bentuk inovasi teknologi melalui program Pengkajian dan penerapan teknologi produk ikan nila salin unggul. Ikan nila yang biasa dibudidayakan pada perairan tawar, juga dapat dikembangkan pada perairan payau.
 
Selain ikan nila salin, kata Marzan, BPPT juga menyiapkan pakan suplemen protein rekombinan untuk pemacu pertumbuhan ikan nila, dan vaksin DNA Streptococcus, untuk memberikan daya tahan tinggi pada ikan nila terhadap serangan bakteri Streptococcus.
 
"Keduanya merupakan hasil terbaru dalam inovasi teknologi genetika terapan BPPT, yang bertujuan untuk memperkuat usaha budidaya ikan salin, dan dapat memasuki tahapan industri," ungkapnya. (sut)

Editor : Sutarno

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.