Sabtu, 30 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Saipem resmikan galangan kapal terbesar di Karimun

Editor   -   Minggu, 04 Desember 2011, 11:01 WIB

BERITA TERKAIT

KARIMUN: PT Saipem Indonesia -anak usaha Saipem SpA, meresmikan pengoperasian Saipem Karimun Yard sebagai fasilitas galangan anjungan migas lepas pantai terbesar di Asia Pasifik senilai US$270 juta atau setara Rp3,4 triliun.Megaproyek yang dimulai sejak 2008 itu berada di Tanjung Pangaru, Desa Pangke, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau."Proyek tersebut merupakan anjungan terbesar di Asia Pasifik  sekaligus menjadi galangan terbesar di dunia yang dimiliki Saipem SpA," ujar Michele Laine, Country Manager Indonesia - Business Unit Engineering & Construction Saipem Group.Dia menjelaskan pihaknya telah mempelajari beberapa lokasi di Asia dan Timur Tengah sebagai basis produksi selain di Saudi Arabia sebelum akhirnya memilih Karimun.Ada empat alasan pemilihan Karimun sebagai lokasi pembangunan yard ini, pertama, karena struktur lepas pantai darat yang mendukung untuk kegiatan fabrikasi seperti topside, jacket, piles, dan integrated decks, modul onshore dengan target kapasitas puncak mencapai 50.000 ton per tahun.Kedua, karena daerah ini memiliki lahan yang cukup luas untuk menangani integrasi FPSO berkat akses laut yang dalam dan dermaga yang berkedalaman tinggi. Ketiga, karena ketersediaan lokasi dermaga panjang yang mampu mendukung kegiatan logistik dan pemeliharaan kapal Saipem.Serta keempat, Karimun memiliki memiliki status sebagai kawasan perdagangan bebas sehingga bisa menunjang pergerakan barang dan manusia dalam waktu cepat dengan beragam insentif yang dimilikinya."Setelah riset dan studi yang mendalam dengan menggabungkan empat parameter tersebut, teknis, ekonomis, komersil, dan sosial, maka kami mengajukan Karimun sebagai basis operasi kami. Dan manajemen menyetujuinya," papar Laine.Pada awalnya Saipem menempati sebuah areal kosong seluas 130 hektar di salah satu desa di Karimun untuk menunjang kapasitas produksi 50.000 ton per tahun. Selama empat tahun masa persiapan, sebanyak 15 juta m3 tanah dipindahkan, 63.000 m3 beton dan 58,4 km tiang pancang dibangun.Kurang lebih 364 km kabel listrik, telekomunikasi, dan alarm kebakaran yang jaraknya kira - kira menyamai separuh jarak Jakarta - Singapura, dan 13 juta jam kerja orang dalam konstruksi yang melibatkan 157 kontraktor.Turut hadir dalam peresmian tersebut Wakil Menteri ESDM RI Prof. Widjajono Partowidagdo, Wakil Kepala BP Migas, Gubernur Kepri Muhammad Sani, Dubes Italia untuk Indonesia Federico Failla, CEO Saipem SpA Pietro Franco Tali, dan mantan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah.Sementara itu CEO Saipem SpA Pietro Franco Tali menjelaskan beberapa pekerjaan besar yang sudah dikerjakan Saipem Karimun Yard yaitu dua topside besar Saudi Aramco untuk proyek Wasit Saudi Arabia, struktur terminal Gorgon untuk Chevron Australia, platform metering topside besar untuk Iraq Southern Oil Company, dan pekerjaan sementara untuk Proyek Kiriskoye lepas Sakhalin, pipa double - jointing untuk Bien Dong di Vietnam."Beban kerja awal untuk SKY saat ini termasuk topside sebesar hampir 17.000 ton, struktur - struktur 5.000 ton seiring dengan kegiatan internal menyediakan beban kerja puncak mendekati 2.500 orang," kata dia.Bupati Karimun Nurdin Basirun menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap operasi Saipem di daerah itu agar iklim usaha tetap kondusif dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi."Kami sangat membuka diri kepada investor untuk menanamkan modal ke Karimun, mulai dari masyarakat hingga aparatur pemerintahan siap membantu dan mempermudah segala bentuk perizinan," tandasnya.Bagi Karimun, kehadiran Saipem Karimun Yard merupakan industri pertama yang masuk dalam kawasan perdagangan bebas Karimun sejak kawasan itu diresmikan pada 2009 lalu.(faa)


Source : Suyono Saputra

Editor :

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.