Minggu, 26 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

JALAN TOL: Tanah ruas Depok-Antasari mulai dibebaskan

Linda Tangdialla   -   Senin, 16 Januari 2012, 15:04 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA: PT Citra Waspphutowa siap memulai pembebasan tanah ruas tol Depok-Antasari menyusul telah ditandatanganinya kontrak pinjaman senilai Rp378 miliar dengan Badan Pengatur Jalan Tol hari ini.Direktur Utama PT Citra Waspphutowa Triagus Triyanto anggaran tersebut akan digunakan untuk pembebasan tanah tahap satu untuk pembangunan tol sepanjang 12 kilometer. Saat ini, setidaknya ada tujuh bidang tanah yang siap bayar.“Targetnya pembebasan lahan tahap satu ini, bisa dirampungkan pada Maret 2013, jadi saat ini kita mulai proses dengan panitia pembebasan tanah, dan musyawarah dengan masyarakat sekitar,” ujarnya usai penandatangan kontrak pinjaman di Jakarta hari ini, 16 Januari 2012.Secara total, katanya, kebutuhan anggaran tanah untuk pembangunan tol Depok-Antasari itu mencapai Rp1,8 triliun, sehingga sisanya diharapkan sudah akan cair setelah tahap satu rampung tahun depan.Dia mengatakan nilai kebutuhan anggaran itu bisa berubah sesuai dengan penilaian tim appraisal tanah di lapangan nantinya. Namun, secara keseluruhan dana yang disiapkan hanya Rp1,8 triliun sehingga jika ada kelebihan harga tanah, akan ditutup melalui land capping dari pemerintah.Untuk realisasi pengadaan tanah saat ini, lanjutnya, masih sangat minim atau dibawah 1% karena masih banyaknya kendala, seperti pembiayaan, dan juga masalah inventarisasi tanah itu sendiri. Diharapkannya, dengan cairnya dana tersebut maka proses pembebasan lahan bisa dipercepat.Proses konstruksi sendiri diharapkan bisa dimulai setelah pembebasan lahan rampung. Atau paling tidak bisa dilaksanakan pada kuartal I/2013.Kepala BPJT Achmad Gani Gazaly mengatakan kontrak pinjaman dilakukan karena  semula pembiayaan tanah ruas itu akan menggunakan dana pinjaman dari PIP, namun batal karena anggaran dari APBN sudah cair.“Kan pembebasan lahannya sendiri sudah mulai jalan tapi belum maksimal, dengan pengucuran anggaran ini diharapkan bisa sesuai target untuk pembangunannya,” ujarnya.Menurutnya, setelah Depok Antasari, rencananya pemerintah juga akan mengucurkan anggaran untuk pembebasan tanah dengan PT Marga Sarana Jabar sebagai pemegang konsesi Tol Bogor Ring Road (BORR) untuk pembebasan tanah seksi II.Proses pembebasan lahan dilakukan di dua seksi tol Depok-Antasari, yakni Seksi I (Antasari-Brigif) sepanjang 6,9 kilometer (km) dan Seksi II (Brigif-Sawangan) 6,3 km.Tol Depok Antasari sepanjang 22 kilometer dikuasai oleh CMNP sebesar 62,5%, PT Waskita Karya 12,5%, PT Hutama Karya 12,5%, dan PT Pembangunan Perumahan 12,5%.Nilai investasi tol Depok-Antasari membengkak signifikan dari Rp2,51 triliun menjadi Rp4,77 triliun paska dievaluasi.  Investasi itu, termasuk dana pembebasan lahan yang semula Rp700 miliar menjadi Rp1,8 trillun. Khusus pembangunan tahap pertama (seksi I dan II) butuh Rp 3,07 triliun dan tahap kedua (Seksi III Sawangan-Bojonggede) 9,5 km butuh Rp1,69 triliun. (faa) 


Editor :

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.