PROYEK MIGAS: Perbankan Diminta Dukung Trustee Borrowing Scheme

JAKARTA: Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi berharap perbankan nasional ikut aktif dalam trustee borrowing scheme (TBS) untuk mengelola dana pinjaman dan membiayai proyek minyak dan gas di Tanah Air.Kepala Divisi Humas, Sekuriti
Samantha Ardiansyah
Samantha Ardiansyah - Bisnis.com 30 Januari 2012  |  17:01 WIB

JAKARTA: Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi berharap perbankan nasional ikut aktif dalam trustee borrowing scheme (TBS) untuk mengelola dana pinjaman dan membiayai proyek minyak dan gas di Tanah Air.Kepala Divisi Humas, Sekuriti dan Formalitas Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Gde Pradnyana mengatakan model pendanaan TBS sangat lazim digunakan pada proyek migas yang nilai investasinya sangat besar, serta membutuhkan sindikasi lembaga keuangan untuk membiayai proyek."Saat ini, kami juga menyarankan dan berharap agar perbankan nasional dapat menjadi trustee juga untuk proyek-proyek migas yang ada," ujarnya, Senin 30 Januari 2012.Dalam TBS, jelasnya, bank atau lembaga keuangan akan bertindak sebagai penjamin pemodal (agar modalnya kembali), peminjam (agar proyeknya dibiayai), dan pembeli (agar uang yang dibayarkan mengalir sesuai dengan perjanjian antara pemodal dan peminjam).Dengan TBS, lanjutnya, hasil produksi migas akan dijual ke berbagai pihak atau tidak satu pembeli, karena bank atau lembaga keuangan juga bertindak selaku paying agent yang akan mendistribusikan proceeds atau hasil penjualan produk kepada semua pihak yang berhak.Menurut Gde, model pendanaan TBS sudah digunakan sejak pembangunan Kilang Arun dan Bontang pada 70-an. Selain itu, hampir semua proyek gas alam cair (LNG) di Indonesia menggunakan skema seperti itu untuk menjamin semua pihak mendapatkan hak-haknya."Prinsipnya, TBS itu hanya skema pembayaran melalui trustee, yakni lembaga yang dipercaya [oleh para pihak] untuk menjamin pembayaran dan pengeluaran mereka," katanya.Dia mencontohkan pada 2011, BNI dipercaya sebagai trustee untuk penjualan LNG ke Jepang dan lainnya senilai US$18 miliar. Hal itu, imbuhnya, tentunya akan memperkuat struktur perbankan nasional karena juga bersindikasi dengan bank asing untuk mengelola dana pinjaman dan pembiayaan suatu proyek.Saat ini, Kementerian Keuangan diketahui tengah memproses permintaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pada proyek gas Lapangan Abadi di Blok Masela, Laut Arafura, Maluku terkait  dengan trustee borrowing scheme.Kemenkeu masih mencari mekanisme terbaik terkait dengan skema tersebut, dan ada kemungkinan menunjuk perbankan nasional. (bas) 

Tag :
Editor : Aang Ananda Suherman

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top