Senin, 22 Desember 2014

BANSOS PETANI: Pemerintah Siapkan Anggaran Rp8,67 Triliun

Yeni H. Simanjuntak Selasa, 31/01/2012 19:20 WIB

 

JAKARTA: Kementerian Pertanian menyatakan semua pihak boleh mengajukan dana bantuan sosial (bansos) untuk petani pada tahun ini dengan anggaran Rp8,67 triliun asalkan memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan.
 
Sekjen Kementan Hari Priyono mengatakan setiap kegiatan yang melalui bansos itu ditetapkan kriteria dalam pedoman umum dan masing-masing kegiatan memiliki kriteria sendiri.
 
"Proposal boleh dari mana saja, yang penting memenuhi kriteria. Dinilai oleh dinas daerah untuk dicek benar atau tidak, apakah yang mengajukan proposal itu memang berusaha di bidang yang ada di daerah itu, selanjutnya memenuhi persyaratan pedoman umum tidak," ujarnya  hari ini.
 
Hari memaparkan sebagian pola pengembangan pertanian di wilayah menggunakan pola bansos, karena arahnya untuk pemberdayaan kelompok petani melalui gabungan kelompok tani. 
 
"Jadi, kenapa tidak diberikan dalam bentuk membagi barang, tetapi sebagian memberikan dalam bentuk bantuan permodalan, sebagai penggerak usaha kelompok, sehingga ada sustainability yang terjamin."
 
Menurutnya, setelah petani dan pihal lain mengusulkan proposal ke daerah, selanjutnya dinas pertanian akan mengusulkan proposal itu kepada tim untuk dievaluasi apakah telah sesusai dengan persyaratan.
 
Komisi IV DPR meminta aspirasi dari daerah pemilihan anggota legislatif untuk mendapatkan bansos itu sebesar 50% melalui DPR. "Itu aspirasi dari anggota dewan."
 
Namun, pemerintah tetap berpegang pada pedoman umum untuk memastikan telah memenuhi kriteria. Bahkan, kelompok tani juga bisa langsung mengajukan proposal ke Kementan.
 
Menurutnya, pihaknya juga banyak menolak usulan penyaluran bansos yang datang dari DPR, karena tidak memenuhi kriteria. "Banyak yang ditolak , kami sering dimarah-marahin, kalau tidak memenuhi kriteria ya tidak diberikan."
 
Pihaknya belum menyepakati permintaan Komisi IV DPR tersebut. Penyaluran dana bansos itu, katanya, langsung ke rekening gabungan kelompok tani, tanpa melalui perantara lain. Selain dalam bentuk uang, katanya, bansos itu juga dalam bentuk barang seperti Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU).
 
Dia mencontohkan bansos untuk mendukung peningkatan produksi beras, maka pemerintah memberikan bantuan dalam bentuk benih unggul. "Jika diberikan dalam bentuk uang, maka belum tentu untuk membeli benih unggul, tetapi benih yang murah saja misalnya. Seandainya dalam bentuk uang belum ada jaminan untuk membeli benih unggul. Padahal, kita introduksi Inpari 13 untuk meningkatkan produksi."
 
Komisi IV DPR meminta agar 50% anggaran bantuan sosial atau bantuan langsung masyarakat (BLM) yang selama ini dialokasikan oleh Kementerian Pertanian, disalurkan melalui aspirasi masyarakat yang masuk ke komisi tersebut.
 
Komisi IV DPR meminta Kementan mengakomodir aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui komisi itu untuk program Kementan seperti bantuan lembaga LM3, program usaha agribisnis perdesaan (PUAP), unit pengolah pupuk organik (UPO), bantuan alat pertanian (Alsintan), dan sarjana membangun desa (SMD), masing-masing 50%.
 
Anggaran bantuan sosial Kementan tahun ini sekitar Rp8,7 triliun atau 48,6% dari total anggaran 2012 sebesar Rp17,83 triliun.
 
Jika, permintaan komisi IV DPR itu disetujui, maka bantuan sosial tahun ini sekitar Rp4,3 triliun akan disalurkan melalui usulan dan aspirasi petani yang masuk melalui komisi itu.
 
Anggaran Kementan 2012 sebesar Rp17,83 triliun terdiri dari belanja pegawai Rp1,18 triliun, belanja barang operasional Rp0,4 triliun, belanja barang non operasional Rp6,75 triliun, belanja modal operasional Rp434,7 miliar, belanja modal non operasional Rp0,8 triliun dan belanja bantuan sosial Rp8,67 triliun atau 48,6%.
 
Bantuan benih pada tahun ini Rp1,25 triliun yaitu benih padi 84.500 ton (3,5 juta hektare), jagung 3.000 ton (200.000 ha), dan kedelai 14.000 ton (350.000 ha).
 
Salah satu bansos yang diberikan kepada petani adalah alat mesin pertanian. Bantuan yang berlansung sejak 2009 hingga 2011 ternyata banyak yang tidak optimal.
 
Bansos yang melalui tugas pembantuan (TP) dilakukan dengan cara bantuan uang muka alsintan (BUMA) dan bantuan kepemilikan alsintan (BAKAL). Mekanisme pendistribusin bansos alsintan pada 2009-2011 yang dilakukan secara merata ke seluruh kabupaten. (sut)
 
Apps Bisnis.com available on:    
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
more...