Jum'at, 24 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

MANDALA AIRLINES: mulai jual tiket murah secara online

Arif Gunawan Sulistyono   -   Rabu, 28 Maret 2012, 13:20 WIB

BERITA TERKAIT

 

JAKARTA: Sepekan setelah menerima izin terbang atau AOC, maskapai Mandala Airlines mulai menjual tiket penerbangan perdananya pada 3 April 2012 untuk rute Jakarta-Singapura senilai Rp248.000.
 
Penjualan tiket dilakukan secara online melalui situs www.tigerairways.com yang dimulai sejak Rabu (28/3). Maskapai ini memperoleh izin terbang atau air operator certificate (AOC) dari Kementerian Perhubungan pada Rabu pekan lalu (21 Maret 2012).
 
Dalam situs tersebut, Mandala hanya melayani penerbangan untuk dua kota dari Indonesia, yakni Jakarta dan Medan. Dari Jakarta, akan melayani penerbangan ke Medan, Singapura dan Kuala Lumpur, sedangkan dari Medan, hanya melayani ke Jakarta.
 
Untuk rute Jakarta-Singapura, maskapai ini menjual tiket hanya Rp248.000 per sekali terbang yang dimulai 3-4 April, namun untuk Jakarta-Medan, harganya lebih mahal yakni Rp524.900 untuk penerbangan perdananya 5 April 2012.
 
Layaknya maskapai lainnya yang melayani penerbangan bertarif rendah atau low cost carrier (LCC), Mandala memberlakukan biaya tambahan untuk bagasi. Hanya tas tangan yang dibawa penumpang ke kabin dengan berat maksimal 7 kg yang gratis, jumlahnya juga hanya satu per orang, selebihnya dikenakan biaya berdasarkan berat. Misalnya untuk bagasi dengan berat antara 7 kg-15 kg, dikenakan biaya S$15 untuk pembelian online dan S$30 jika pembelian langsung di bandara.
 
Sekretaris Perusahaan Saratoga Group Devin Wirawan mengatakan penerbangan perdana domestik direncanakan pada 5 April 2012 dengan tiga pesawat Airbus 320. “Sekarang sudah ada dua pesawat dan yang ketiga akan tiba bulan depan,” tuturnya kepada Bisnis hari ini.
 
Meski sudah resmi menjual tiket melalui situs Tiger Airways, Ketua DPN Asosiasi Perusahaan Agen Penjual Tiket Indonesia (Astindo) Bidang Tiketing Pauline Suharno mengatakan hingga saat ini belum ada informasi dari pihak Mandala maupun Saratoga tentang penjualan tiket termasuk kelanjutan proses refund tiket.
 
“Kami tidak tahu apakah penjualan tiket penerbangan perdana itu melalui kerjasama dengan kami atau tidak karena sampai saat ini kami tidak dihubungi. Selain itu, Mandala masih ada uang refund ,” katanya.
 
Sebelum diakuisisi Saratoga Capital dan Tiger Airways, Pauline menuturkan, manajemen Mandala menjanjikan refund tiket dalam bentuk uang tunai atau dana top up (saldo deposit yang per agen Rp10juta-Rp25 juta).
 
Ketua Umum Astindo Elly Hutabarat mengatakan pihaknya akan meminta Mandala untuk refund uang tiket senilai total Rp15 miliar begitu maskapai ini terbang kembali. “Tidak perlu uang tunai. Mandala hanya perlu membuat pernyataan untuk menjadikan dana para travel agen itu menjadi deposit untuk mengambil tiket baru begitu maskapai ini terbang kembali.”
 
Mandala  berhenti operasi pada Januari 2011 karena masalah keuangan yang menyebabkan seluruh armadanya ditarik perusahaan penyewa pesawat. Setelah diambil alih oleh Saratoga Group dan Tiger Airways, Mandala Airlines mengumumkan terbang lagi mulai 4 April.
 
Berbeda dengan manajemen Mandala Airlines terdahulu, kali ini pengelolaan bisnis Mandala akan mengadopsi model bisnis Tiger Airways.Mandala kali ini terjun ke bisnis jasa penerbangan tarif rendah. 
 
Tiger Airways bekerja sama dengan Saratoga Group untuk mengambil alih Manadala Airlines pada Januari 2012. Tiger Airways yang berdiri pada 2004 di Singapura ini, memiliki 32 armada Airbus A320, dua unit Airbus A319. Saratoga adalah perusahaan yang sudah berdiri tahun 1998.
 
Sebelumnya perusahaan ini memiliki bidang bisnis sumber daya alam, energi, infrastruktur, telekomunikasi, dan barang konsumsi. (sut)
 

Editor : Sutarno

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.