Jum'at, 31 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

MESIN PENDINGIN: Permintaan domestik 2012 diperkirakan 4,5 jata unit

Editor   -   Rabu, 06 Juni 2012, 17:38 WIB

BERITA TERKAIT

 

Permintaan mesin pendingin

 2010—2012

Tahun

Volume             

2010

3,5 juta unit

2011

3,96 juta unit

2012

4,5 juta unit*)

Sumber: Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia 

Ket: *) prediksi 

 

 

 

JAKARTA—Permintaan mesin pendingin dalam negeri diprediksi mencapai 4,5 juta unit pada tahun ini atau meningkat 13,6% dibandingkan dengan realisasi tahun lalu sebanyak 3,96 juta unit.

 

Berdasarkan data Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia, kebutuhan mesin pendingin yang terpasang selalu tumbuh antara 10%—15% per tahun. Kondisi tersebut berjalan searah dengan pertumbuhan usaha ritel domestik dalam negeri.

 

Pada 2010, permintaan alat produksi tersebut tercatat sebanyak 3,5 juta unit. Setahun berikutnya, permintaan mesin pendingin tumbuh 13,1% menjadi 3,96 juta unit.

 

Peningkatan juga terjadi pada penggunaan bahan pendingin (refrigerant). Pada 2010, penggunaan refrigerant tercatat sebanyak 235 metrik ton.

 

Pada tahun berikutnya, penggunaan bahan pendingin tumbuh 12,3% menjadi 264 metrik ton. Pada 2012, penggunaan bahan baku tersebut juga diproyeksikan nak 13,6% menjadi 300 metrik ton.

 

Hasanudin Yasni, Direktur Eksekutif Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia, menuturkan kebutuhan mesin pendingin yang terpasang domestik selalu meningkat karena didorong pertumbuhan bisnis ritel.

 

Menurutnya, sejumlah pebisnis ritel gencar mengembangkan usahanya di beberapa negara dengan membuka gerai-gerai baru.

 

Mesin pendingin diperlukan untuk mengawetkan ikan, yoghurt, buah-buahan, sayur-sayuran, dan sejumlah produk lainnya.

 

“Ritel itulah pasar yang kami incar dan membuat industri mesin pendingin ini tumbuh secara signifikan,” katanya kepada Bisnis hari ini  Rabu 6 Juni 2012.

 

Dia menjelaskan semua permintaan mesin tersebut dipenuhi melalui skema importasi dari sejumlah negara, seperti Korea Selatan dan Jepang. (sut)

 

 

 

 

BERITA LAINNYA:


Source : Herdiyan

Editor : Sutarno

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.