Rabu, 03 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

INVESTOR JALAN TOL: Pemegang Konsesi Tol Batang-Semarang Cari Investor

Linda Tangdialla   -   Jum'at, 20 Juli 2012, 14:45 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA: Badan Pengatur Jalan Tol memberikan batas waktu maksimal 2 pekan ke depan pada pemegang konsesi ruas tol Batang-Semarang untuk mendapatkan mitra investor.

 

Artinya, paling tidak akhir bulan ini pemilik ruas tol sepanjang 75 kilometer itu, sudah harus menggandeng investor baru untuk mendanai proyek yang kebutuhan investasi proyek Rp7,22 triliun itu.

 

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Achmad Gani Gazaly mengatakan jika dalam 2 pekan mereka belum mendapatkan partner, maka BPJT dan Kementerian PU akan memberikan ultimatum mengenai kelanjutannya.

 

"Nanti mereka akan mengajukan proposal calon partner investornya. Kemudian kita evaluasi apakah secara finansial mereka siap. Kalau oke, kita setujui," ujarnya di Jakarta Jum'at (20/07).

 

Gani menjelaskan jika dari hasil keputusan evaluasi ditetapkan layak, maka prosesnya akan dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian pengusahaan jalan tol. Pasalnya, dari 24 ruas tol yang dibangun, hanya ruas ini yang belum teken amandemen PPJT.

 

Meski mengancam akan memberikan ultimatum, tetapi Gani menyatakan pemerintah tidak akan memutus kontrak proyek itu. Namun, mereka akan mendesak pemegang konsesi untuk memenuhi pendanaan yang dibutuhkan sesuai dengan hasil evaluasi tol pada akhir 2010 lalu.

 

Dia menambahkan masuknya investor baru itu diperlukan menyusul kelayakan finansial proyek belum memenuhi, berdasarkan evaluasi yang dilakukan pada 2010 pada PT Marga Setiapuritama. 

Dia menjelaskan dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) pada 2006, ruas tol Batang-Semarang membutuhkan investasi Rp3,6 triliun tetapi membengkak jadi Rp7,22 triliun.

 

"Setelah Bakrie Toll Road mundur, kemampuan finansialnya tidak memenuhi, Karena itu harus ada mitra baru supaya layak,” ujarnya.

 

Sementara itu, PT Jasa Marga Tbk menyatakan belum menentukan keputusan untuk masuk dalam proyek pembangunan ruas tol Batang-Semarang, setelah PT Bakrie Toll Road mundur dari proyek itu.

 

Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk Adityawarman mengatakan sampai saat ini pihaknya masih mengkaji kemungkinan masuk dalam proyek senilai Rp7,22 triliun tersebut.

 

Menurutnya, kajian dilakukan berdasarkan potensi investasi proyek, sekaligus mempertimbangkan kemampuan perusahaan. Apalagi, saat ini mereka tengah fokus dalam rencana pembangunan delapan ruas baru secara nasional.

 

"Kita belum memastikan masuk atau tidak. Masih lihat-lihat dulu. Kalau memungkinkan kita akan masuk kesana," ujarnya pada Bisnis di Jakarta (18/08).

 

Sebelumnya, Jasa Marga menyatakan tertarik masuk dalam proyek itu. Karena diniliai feasible dan terkoneksi dengan ruas Semarang-Solo yang dikelola perusahaan pelat merah itu. (spr)


Editor :

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.