Jum'at, 01 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

BBM BERSUBSIDI: Mulai 1 Agustus, Mobil dinas 'puasa' bensin premium

Aprianto Cahyo Nugroho   -   Selasa, 31 Juli 2012, 07:54 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA: PT Pertamina (Persero) siap mendukung kebijakan pemerintah yang melarang kendaraan dinas pemerintah, BUMN, dan BUMD di wilayah Jawa-Bali menggunakan Premium bersubsidi mulai 1 Agustus.  Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan mengatakan kesiapan itu didukung dengan semakin meningkatnya jumlah SPBU di wilayah Jawa-Bali yang melayani pembelian Pertamax nonsubsidi."Hingga Juni kemarin, jumlah SPBU Pertamina yang beroperasi di wilayah Jawa-Bali mencapai 3.083 unit dan 2.107 unit diantaranya atau 70% sudah melayani pembelian Pertamax," ujarnya ketika ditemui di sela-sela acara sahur on the road di Depot BBM Plumpang, Jakarta Utara, subuh ini.  

 

Selanjutnya, sebanyak 697 unit SPBU berpotensi dilakukan pengalihan fungsi tangki pendam dari Premium ke Pertamax. Sedangkan, sebanyak 279 unit SPBU memerlukan investasi baru.  "Pengalihan fungsi tangki pendam tidak perlu waktu lama, kecuali yang memerlukan investasi baru," tambah Karen.Seperti diketahui, mulai 1 Agustus larangan menggunakan Premium bersubsidi bagi kendaraan dinas akan berlaku untuk wilayah provinsi, kabupaten/kota di Jawa dan Bali.Kebijakan itu merupakan lanjutan dari paket kebijakan yang tertuang dalam Permen ESDM No.12 Tahun 2012 tentang Pengendalian Penggunaan BBM.

Sebelumnya, aturan itu telah melarang kendaraan dinas menggunakan Premium bersubsidi mulai 1 Juni untuk wilayah Jabodetabek.Ada pun wilayah Jabodetabek yang dimaksud mencakup Provinsi DKI Jakarta, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi.Menurut Karen, dirinya belum menerima laporan terkait adanya pelanggaran yang terjadi di wilayah Jabodetabek sepanjang aturan itu diberlakukan.Bahkan, Pertamina mengklaim akibat dari kebijakan tersebut, konsumsi Pertamax nonsubsidi naik sekitar 16% selama periode Juni dibandingkan dengan periode Mei. Namun, Pertamina tidak merinci seberapa banyak volume Premium yang turun.  "Mulai 1 Juni itu berlaku di Jabodetabek, yang di luar itu belum berlaku.Saya ngga dapat laporan ada yang melanggar di Jabodetabek. Kalau yang di luar Jawa memang ada pelanggaran karena mereka memang belum diatur," ujar Karen.Karen memperkirakan konsumsi Pertamax akan terus meningkat seiring dengan penerapan kebijakan tersebut. Peningkatan konsumsi Pertamax juga dilihat dari tren harga minyak yang stabil dan malah cenderung turun. Ada pun stok Pertamax dan Pertamax Plus sangat aman, yakni rata-rata berada di level 67 hari.Subuh ini, jajaran direksi Pertamina melakukan sahur on the road sekaligus mengecek kesiapan sarana dan fasilitas BBM dan LPG selama Ramadhan dan menjelang Lebaran. Pertama, segenap jajaran direksi mengecek kesiapan BBM di SPBU COCO Pertamina di Jalan MT Haryono.Selanjutnya, mereka melakukan inspeksi di Depot Pertamina LPG Tanjung Priok Jalan Jampea No.1 Jakarta Utara. Terakhir, mereka mengunjungi Depot BBM Plumpang yang juga berada di Jakarta Utara dan melakukan santap sahur di sana.Selama arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini, SPBU Pertamina akan beroperasi penuh 24 jam mulai H-15 hingga H+15 di sepanjang jalur Pantura, Selatan, arah Merak, dan Lampung. (Faa) 


Editor :

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.