Selasa, 29 Juli 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

HARGA GARAM : Stabilisasi Butuh Peran Koperasi

Editor   -   Sabtu, 15 September 2012, 04:30 WIB

BERITA TERKAIT

CIREBON : Tim monitoring produksi garam di Jabar menyarankan perlunya pembentukan koperasi petambak garam di Indramayu dan Kabupaten Cirebon untuk membantu stabilisasi harga.Ketua Koordinator Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Produksi Garam di Jawa Barat Bukhari mengatakan sebagian besar petambak garam di Jabar, menjual hasil garam kepada pemberi modal (tengkulak) seharga Rp250-Rp300 per kg.Harga itu terlalu rendah sehingga diperlukan koperasi sebagai penyangga hasil produksi garam petambak agar harganya bisa lebih stabil dan layak bagi petambak."Kendalanya koperasi yang ada di tiap daerah tidak memiliki modal yang cukup untuk membeli garam petambak," katanya.Handoko menuturkan penerapan teknologi (geomembran dan ulir) masih perlu ditingkatkan di daerah tambak garam di Jabar agar bisa bersaing dengan produk garam di daerah lain."Untuk hasil produksi garam di Jabar mulai Juli hingga 10 September 2012, rata-rata sudah mencapai 60-80 ton per hektare," tuturnya.Ketua Asosiasi Pengusaha Garam Seluruh Indonesia (APGSI) Cucu Soetara mengungkapkan permasalahan sebenarnya terletak pada kualitas garam petambak yang masih belum memenuhi standar pabrik pengolahan garam."Kultur sebagian daerah tambak garam yang enggan menerapkan teknologi untuk meningkatkan kualitas menyulitkan pengusaha garam untuk menyerap hasil produksi garam," ujarnya. (ra) 


Source : Maman Abdurahman

Editor :

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.