Minggu, 23 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

BAWANG MERAH: Harga jatuh, minat tanam berkurang

Editor   -   Selasa, 18 September 2012, 07:30 WIB

BERITA TERKAIT

CIREBON: Sejumlah petani bawang merah di Pantura Kabupaten Cirebon dan Indramayu menyatakan minat mereka menanam komoditas itu berkurang sebagai akibat harga panenan mereka di bawah biaya modal.

Seorang petani bawang merah di Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, Riwad, di Cirebon, mengatakan sebelumnya areal tanam bawang merah mencapai tiga hektare, namun saat ini berkurang karena sering merugi akibat harga bawang merah di bawah modal tanam.

Kendala petani bawang merah di daerah pantura, kata dia, setiap panen raya bawang merah impor melimpah di sejumlah pasar tradisional.

“Hal itu berdampak tersingkirnya bawang merah lokal karena harganya tidak mampu bersaing,” katanya di Cirebon, Selasa (18/09).

Ia menjelaskan, harga bawang merah sempat terpuruk jauh di bawah modal tanam yakni Rp1.500 per kilogram, padahal pantasnya Rp8.000, supaya mereka mendapatkan untung dari jerih payah mengembangkan bawang merah tersebut.

Modal tanam bawang merah, katanya, diperkirakan Rp5.000 per kilogram. Saat musim kemarau berkepanjangan, petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk pompanisasi air karena saluran irigas belum bisa diharapkan.

Ia mengaku, saat ini hanya sekitar satu hektare lahan yang ditanami bawang merah karena khawatir akan rugi, sedangkan areal sisanya untuk jagung manis karena hemat air.

Permintaan jagung manis, katanya, cukup tinggi dengan harga bertahan cukup mahal dibandingkan dengan bawang merah.

Seorang petani bawang merah lainnya, Raswani, memperkirakan tanam bawang merah untuk musim panen terakhir, sedangkan musim hujan mendatang akan kembali menanam padi.

Pada musim hujan, katanya, pasokan air melimpah ditambah harga gabah sudah ada standar dari pemerintah sehingga petani jarang merugi.

Harga bawang merah, katanya, tidak ada standar dari pemerintah. Saat panen raya, impor bawang merah terus dilakukan sehingga persediaan melebihi kebutuhan dasar yang dampaknya petani merugi. Mereka harus menjual di bawah modal tanam.

Manajer Koperasi Nusantara Jaya Mudatsir sebagai pengelola bawang merah di Kabupaten Cirebon mengatakan, harga bawang merah yang terus terpuruk menyebabkan minat tanam petani kian berkurang, sedangkan lahan bawang merah berubah menjadi jagung manis dan palawija.

Petani bawang merah di daerah Pantura Kabupaten Indramayu mengeluhkan hal serupa. Seorang petani bawang merah setempat, Yanto, mengatakan, harga bawang merah di bawah modal tanam sehingga petani merugi.

Minat tanam bawang merah mereka, katanya, semakin berkurang, dan saat ini mereka mempersiapkan lahan untuk menanam padi. (Antara/Bsi)


Source : Newswire

Editor :

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.