Selasa, 23 Desember 2014

Pertamina Siap Distribusikan LPG Tabung 3kg Ke 5 Provinsi

Aprianto Cahyo Nugroho Minggu, 23/09/2012 17:16 WIB

JAKARTA—Pemerintah menugaskan PT Pertamina (Persero) untuk menyediakan dan menyalurkan paket perdana LPG tabung 3 kg bersubsidi tahun ini untuk rumah tangga dan usaha mikro di lima provinsi.Kelima provinsi itu adalah Sumatra Barat, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah. Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No.2790 K/12/MEM/12 tentang Penugasan kepada Pertamina dalam penyediaan dan pendistribusian paket perdana LPG tabung 3 kg Tahun 2012.Seperti dikutip Bisnis hari ini, Minggu (23/9), Kepmen tersebut ditandatangani Menteri ESDM Jero Wacik pada 19 September 2012. Kepmen tersebut juga ditembuskan kepada Wapres RI, Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri BUMN, Sekjen ESDM, Inspektur Jenderal ESDM, Dirjen Migas, dan Dirut Pertamina.Paket perdana yang disalurkan meliputi tabung, LPG 3 kg, dan kompor gas beserta peralatan lainnya dengan jumlah sebanyak 2.343.195 paket. Jumlah tersebut dapat disesuaikan oleh Dirjen Migas dengan ketentuan biayanya tidak melebihi pagu anggaran yang ditetapkan.Dalam melaksanakan penugasan ini, Pertamina berhak mendapatkan penggantian pembayaran atas penyediaan dan pendistribusian paket perdana LPG 3 kg. Jika Pertamina tidak dapat melaksanakan penugasan ini, Pertamina bisa dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.Masih berdasarkan Kepmen, tertulis bahwa jika terjadi keadaan kahar yang meliputi kekacauan umum, huru hara, sabotase, kerusuhan, demonstrasi dengan kekerasan, pemogokan, kebakaran, akibat kecelakaan, banjir, tanah longsor, gempa bumi, bencana alam lainnya, Pertamina wajib melakukan langkah-langkah darurat serta melaporkan dan mempertanggungjawabkan kepada Dirjen Migas.Sementara itu, baru-baru ini di sela-sela acara World LPG Forum ke-25 di Nusa Dua, Bali, Pertamina berharap pemerintah bisa mengeluarkan mandatori atau kewajiban kepada seluruh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) lain agar ikut menyuplai kebutuhan LPG domestik.Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan mengatakan kenyataan bahwa saat ini pemenuhan LPG domestik 50%-nya masih diimpor, harus dipikirkan bersama-sama.Selama ini, lanjutnya, Pertamina sudah memisahkan C3 dan C4 dari setiap produksi gas di hulu untuk dijadikan LPG. Jika hal ini juga dilakukan oleh KKKS lainnya, maka impor LPG bisa dikurangi.“Jadi ini gerakan secara nasional. Satu-satunya cara itu bukan hanya Pertamina, tapi nation wide. Saya harap jika ada penemuan-penemuan aset gas baru di hulu nanti bisa dimandatkan , seperti enforcement dari pemerintah agar kita tidak mengulangi kesalahan kita untuk mengimpor BBM,” ujar Karen.(Faa)

Apps Bisnis.com available on:    
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
more...