Sabtu, 01 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

TARIF CHC: Pengguna jasa belum setuju tarif bongkar muat naik

Editor   -   Minggu, 21 Oktober 2012, 10:00 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA: Rencana penaikan tarif penanganan bongkar muat peti kemas ekspor impor atau container handling charges (CHC) di Pelabuhan Tanjung Priok belum disetujui oleh pengguna jasa di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

 
Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (Alfi) DKI Jakarta Sofian Pane, mengatakan  sudah ada pembicaraan mengenai usulan penaikkan CHC di terminal peti kemas Pelabuhan Tanjung Priok termasuk di Jakarta International Container Terminal (JICT) dan TPK Koja, oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II.
 
“Namun hingga kini belum ada pembahasan lebih lanjut, dan para pihak asosiasi pengguna jasa belum menyetujui keputusan apapun mengenai hal itu. Jadi tolong jangan disalah artikan bahwa kami asosiasi dianggap sudah memberi persetujuan, ” ujarnya dikonfirmasi Bisnis pertelpon siang hari ini, Minggu (21/10).
 
Kendati begitu, Sofian mengaku manajemen Pelindo II dan Pengelola Terminal Peti Kemas di Pelabuhan Priok telah mengajak sejumlah pengurus asosiasi pengguna jasa di Pelabuhan itu untuk melakukan study banding ke China dan HongKong dalam rangka melihat aktivitas pelayanan bongkar muat peti kemas termasuk tarif yang berlaku di ke dua negara tersebut.
 
Sofian mengatakan, sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan No:KM.39/2004 tentang Mekanisme Penerapan Tarif dan Formulasi Perhitungan Tarif Pelayanan Jasa Kepelabuhanan yang di Selenggarakan Badan Usaha Pelabuhan (BUP), disebutkan bahwa konsep usulan besaran tarif pelayanan jasa barang/peti kemas di terminal peti kemas yang disusun oleh BUP harus di informasikan dan sisetujui terlebih dahulu oleh asosiasi terkait sebelum dikonsultasikan kepada Menteri Perhubungan.
 
“Jadi  mekanismenya sudah jelas, bahwa usulan tarif tersebut mesti dilakukan pembahasan terlebih dahulu dengan asosiasi pengguna jasa terkait di pelabuhan setempat,” paparnya.
 
Menurut kajian Pusat Pranata Pembangunan Universitas Indonesia pada 1 Juni 2012, disebutkan bahwa selama ini beban biaya handling (CHC) di Pelabuhan Tanjung Priok terhadap biaya logistik dari pabrik ke pelabuhan mencapai 21,8%, sedangkan dari pabrik-pengapalan 2,4% dan beban biaya CHC terhadap nilai barang mencapai 0,23%.
 
Usulan penaikkan tarif CHC di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Priok rata-rata 16%. Untuk CHC peti kemas ukuran 20 kaki yang saat ini  US$ 83/bok diusulkan naik US$ 96/bok, sedangkan untuk peti kemas ukuran 40 kaki US$ 124,5/bok di usulkan menjadi US$ 144/bok.
 
Data produksi Pelindo II yang diperoleh Bisnis menyebutkan, arus bongkar muat  peti kemas melalui Pelabuhan Tanjung Priok selama Januari s/d September 2012 mencapai 4 .615.480 twentyfoot equivalent units (TEUs) atau setara 3.442.216 bok.
 
Realisasi bongkar muat selama sembilan bulan pertama 2012 itu naik 13,9 % dibanding pencapaian periode yang sama tahun 2011 sebanyak 4.050.679 TEUs (3.024.306 bok).
 
Arus peti kemas selama Januari s/d September 2012 itu berasal dari Jakarta International Container Terminal (JICT) sebanyak 1.706.088 TEUs (1.136.748 bok), TPK Koja 614.568 TEUs (406.302 bok), serta terminal multipurpose/konvensional Tanjung Priok  2.294.824 TEUs  atau setara 1.899.168 bok.(K1/faa)

Source : JIBI

Editor :

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.