Kamis, 02 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

TOL BECAKAYU: Seksi I dibangun awal 2013

Linda Tangdialla   -   Selasa, 23 Oktober 2012, 18:29 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA: PT Kresna Kusuma Dyandra Marga menargetkan proses konstruksi ruas tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) seksi satu sepanjang 11, 5 kilometer, akan dilaksanakan pada awal 2013, menyusul proses pembebasan tanah sudah dimulai di seksi tersebut.

Adapun seksi satu sepanjang 11,5 kilometer itu, rutenya dimulai dari Bekasi Barat sampai Jaka Sampurna.

Deputi Direktur Utama PT KKDM Bambang Hartanto mengatakan proses pembebasan tanah sedang dilaksanakan di seksi I, dengan pembiayaan berasal dari dana dukungan pemerintah senilai Rp350 miliar yang baru saja dicairkan dalam anggaran tahun ini.

Diharapkan proses pembebasan tanah itu akan rampung akhir tahun ini, sehingga target konstruksi awal 2013 bisa terealisasi. Pasalnya, rencana konstruksi itu sudah mundur dari jadwal semula April 2012.

Untuk pembiayaan konstruksi, katanya, perusahaan akan melanjutkan perjanjian kredit dengan sindikasi perbankan, yang sebelumnya sudah ditandatangani per 16 Januari 2008 lalu.

"Kita sedang usul kepada sindikasi Bank yang dipimpin oleh BNI untuk meng amandemen PK sesuai amandemen PPJT tgl 16 Des 2011.  Kita harapkan awal prosesnya hanya memakan waktu tiga bulan saja," ujar Bambang  hari ini, Selasa (24/10/2012).

Sebelumnya ada 13 perbankan yang sudah berkomitmen untuk membiayai proyek dengan senilai Rp4,01 triliun tersebut.

Adapun 13 sindikasi perbankan itu antara Bank BNI, BRI, Bank Bukopin, Bank Jabar, Bank Jatim, Bank Jateng, BPD Kaltim, Bank DKI, dan BPD Sumsel. Selain itu BPD Papua, Bank Nagari, BPD Sumut, BPD Aceh, BPD Kalsel, dan AAA Sekuritas.

Dia menjelaskan, usulan pinjaman kredit perbankan yang akan diajukan pada sindikasi perbankan itu yakni sebesar Rp5,06 triliun. Angka tersebut naik dari usulan semula yang hanya Rp4,01 triliun.

Kenaikan usulan pinjaman, dilakukan karena total investasi kebutuhan anggaran tol sepanjang 21.5 kilometer itu naik dari semula Rp6,18 triliun, menjadi Rp7,12 triliun. Kenaikan diakibatkan tertundanya proyek itu dalam beberapa tahun. (sut) 


Editor : Sutarno

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.