Senin, 22 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

MANUFAKTUR: Tahun Ini (Masih) Bisa Lampaui Pertumbuhan Ekonomi

Muhamad Arsyad Paripurna   -   Kamis, 22 November 2012, 19:23 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA: Pertumbuhan industri pengolahan nonmigas atau manufaktur hingga akhir tahun ini diprediksi melebihi pertumbuhan ekonomi, karena didorong meningkatnya investasi di sejumlah sektor industri.Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, pertumbuhan industri manufaktur nonmigas secara kumulatif mencapai 6,5% pada periode Januari—September 2012 atau hingga kuartal III tahun ini, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi sebesar 6,29%.Pertumbuhan sektor industri manufaktur diprediksi mencapai 6,75% hingga akhir tahun ini karena didorong membaiknya kondisi pasar ekspor, terutama Eropa.Adapun khusus pada kuartal III 2012, industri manufaktur nonmigas mampu tumbuh pesat sebesar 7,27%, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Ansari Bukhari menuturkan itu dinilai menjadi hasil yang bagus, mengingat pertumbuhan industri manufaktur sedikit mengalami perlambatan pada kuartal I dan II tahun ini dibandingkan dengan 2011.“Di tengah dampak kelesuan ekonomi global dan krisis ekonomi di kawasan Eropa, hanya beberapa negara saja yang mampu menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, salah satunya Indonesia,” ujarnya, Kamis (22/11/2012).Pada kuartal III 2012, pertumbuhan industri pengolahan nonmigas disumbang oleh subsektor industri pupuk, kimia dan barang dari karet sebesar 8,91%, industri semen dan barang galian bukan logam sebesar 8,75%, industri minuman dan tembakau sebesar 8,22%, serta industri alat angkut, mesin dan peralatannya sebesar 7,52%.Sementara itu, nilai ekspor produk industri pada periode Januari—September 2012 mencapai US$86,99 miliar atau tercatat 60,83% dari total ekspor nasional.Namun, neraca perdagangan produk industri masih negatif dengan selisih minus US$16,94 miliar, karena didorong kondisi pasar utama ekspor yang masih belum pulih.Dari sisi investasi, penanaman modal dalam negeri (PMDN) sektor industri pada Januari—September 2012 tercatat mencapai Rp38,11 triliun atau meningkat sebesar 40,19%. Adapun penanaman modal asing (PMA) mencapai US$8,59 miliar atau meningkat sebesar 65,85% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.Secara keseluruhan, investasi sektor industri memberikan kontribusi sebesar 58,02% dari total investasi PMDN, dan 47,09% dari total investasi PMA.Ansari menjelaskan peningkatan investasi PMDN sektor industri tertinggi disumbang oleh industri tekstil sebesar 363,6%, industri barang dari kulit dan alas kaki sebesar 376,5%, industri kimia dan farmasi sebesar 97,0%, serta industri mineral nonlogam 62,17%.“Untuk PMA, peningkatan investasi sektor industri yang tertinggi dicapai oleh industri kertas dan percetakan sebesar 437,0%, industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain sebesar 179,8%, industri kimia dan farmasi 99,2%, dan industri mineral nonlogam sebesar 99,0%.Menurutnya, inovasi merupakan faktor penting untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.Indonesia sebagai salah satu negara yang perekonomiannya mampu tetap tumbuh secara positif telah dapat menikmati kemajuan-kemajuan yang diperoleh di berbagai bidang, salah satunya industri manufaktur. (bas)

Pertumbuhan Industri Pengolahan Nonmigas Kuartal III 2012 (%)SubsektorIndustri pupuk, kimia, dan barang dari karet             8,91Industri semen dan barang galian bukan logam          8,75Industri minuman dan tembakau                                8,22Industri alat angkut, mesin dan peralatannya                         7,52Sumber: Kementerian Perindustrian, diolah 


Editor : Aang Ananda Suherman

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Berlangganan ePaper Bisnis dan Indonesia Business Daily bisa dengan PayPal. Klik disini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik disini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.