Rabu, 03 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

KOMODITAS: Sulbar Targetkan Produksi Jagung 100 Ribu Ton

Editor   -   Senin, 26 November 2012, 04:34 WIB

BERITA TERKAIT

MAMUJU: Provinsi Sulawesi Barat menargetkan produksi jagung sekitar 100 ribu ton pada 2012.

Sekertaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Ismail Zainuddin, mengatakan pemerintah ingin meningkatkan produksi jagungnya mencapai 140 ribu ton pada tahun 2014.

“Ini untuk menjadikan komoditi tersebut salah satu pemacu meningkatnya ekonomi Sulbar dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” katanya, Minggu (25/11/2012).Isamail mengatakan untuk mewujudkannya perlu benih jagung bermutu untuk meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas tersebut di wilayahnya."Pemerintah pusat mesti membantu mengaloksikan anggaran yan besar untuk pengadaan benih bermutu di sulbar karena yang menjadi salah satu kendala meningkatkan produksi jagung di Sulbar adalah minimnya benih bermutu yang ada pada petani.Menurutnya, pemerintah mesti membantu petani dengan menyalurkan benih jagung bermutu, hingga mencapai 90 persen dari luas areal tanaman jagung di wilayah itu.Ia menambahkan kalau pemerintah pusat mengalokasikan anggaran bantuan benih unggul untuk petani, maka produktivitas jagung akan semakin meningkat pula dan mampu mensejahterakan masyarakat.Menurut dia, pemerintah Sulbar optimistis mencapai target peningkatan produksi jagung. Sebab, selain berupaya mengembangkan jagung dengan benih unggul bermutu juga terus berupaya program intensifikasi tanaman jagung dan memperluas areal tanaman."Pemerintah berupaya mendorong produksi jagung untuk mendukung target produksi jagung secara nasional agar target swasembada jagung 2014 terwujud,"ujarnya.(Antara/ems)


Source : Newswire

Editor :

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.