Rabu, 22 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

BEA ANTIDUMPING BAJA: Sudah ditolak, Kemendag maju lagi

  -   Jum'at, 25 Januari 2013, 05:50 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA – Kementerian Perdagangan melanjutkan proses usulan pengenaan tindakan antidumping baja gulungan dan lembaran canai dingin (cold rolled coil/sheet) setelah gagal melakukan pembicaraan intensif dengan Jepang dalam kunjungan Perdana Menteri Shinzo Abe.

 

Rekomendasi Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) mengenai pengenaan bea masuk antidumping (BMAD) terhadap CRC/S impor saat ini masih menunggu pertimbangan Kementerian Perindustrian sebelum disetujui atau ditolak oleh Menteri Perdagangan.

 

Eksportir produsen CRC/S asal China, Jepang, Korea Selatan, Taiwan dan Vietnam terancam sanksi antidumping dengan BMAD sebesar 5,9%-74% dari nilai impor.

 

Dalam laporan akhir (final determination) penyelidikan KADI, eksportir produsen CRC/S Jepang direkomendasikan untuk dikenai BMAD sebesar 27,6%-68,4%.

 

BMAD untuk JFE Steel Corporation diusulkan 27,6%, sedangkan Kobe Steel Ltd, Nippon Steel Corporation, Nisshin Steel Co.,Ltd, Sumitomo Metal Industries, Ltd dan perusahaan Lainnya  68,4%.

 

Beberapa produsen eksportir Jepang menolak atau tidak memberikan informasi, seperti penjualan domestik, biaya produksi dan penjualan ekspor ke negara lain sehingga KADI tidak mempunyai pilihan lain selain menggunakan best information available, kecuali terhadap JFE Steel Corporation.

 

“Sesuai dengan ketentuan WTO Anti Dumping Agreement dan PP Nomor 34 Tahun 2011 proses tindakan antidumping terhadap impor CRC/S yang antara lain berasal dari Jepang tetap dilanjutkan sesuai peraturan yang berlaku,” kata Kepala Pusat Humas Kemendag Arlinda Imbang Jaya dalam surat elektronik kepada Bisnis, Kamis (24/1/2013).

 

Meskipun demikian, sesuai pasal 25 PP No 34/2011 tentang Tindakan Antidumping, Tindakan Imbalan dan Tindakan Pengamanan Perdagangan, pemerintah dapat memutuskan lain berdasarkan pertimbangan kepentingan nasional.

 

Sebaliknya, Indonesia juga tetap akan mengikuti proses penyelidikan dumping kertas fotokopi yang dituduhkan Jepang sesuai peraturan yang berlaku.

 

Seperti diketahui, pemerintah ingin memanfaatkan momentum kunjungan PM Abe pekan lalu untuk memberikan penjelasan terhadap tuduhan dumping kertas fotokopi yang dilayangkan Jepang.   

 

Sayangnya, pembahasan itu batal karena Abe berkunjung lebih singkat dari yang semula dijadwalkan. Kasus dumping kertas fotokopi Indonesia telah memasuki masa inisiasi investigasi. Otoritas penyelidikan Jepang dijadwalkan melakukan verifikasi lapangan ke Indonesia pada Februari.(msb)

 

 


Source : Sri Mas Sari

Editor : Martin Sihombing

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.