Selasa, 21 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Daya Saing Tenaga Kerja Memble, Perlu Ditingkatkan

Martin Sihombing   -   Minggu, 17 Februari 2013, 20:27 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA—Peningkatan daya saing tenaga kerja dalam negeri perlu dilakukan mengingat kebutuhan Indonesia terhadap tenaga kerja terlatih semakin tinggi.

Destry Damayanti, Ekonom Bank Mandiri, mengatakan pertumbuhan yang cepat sektor usaha jasa dan keuangan membutuhkan tenaga kerja profesional yang memadai. Selain itu, lanjutnya, perkembangan investasi Indonesia yang didominasi penananaman modal asing (PMA) juga lebih membutuhkan tenaga kerja yang berkualitas.

Namun, pola perkembangan perekonomian seperti ini belum didukung oleh kapasitas tenaga kerja Indonesia sehingga pemenuhannya membutuhkan tanaga kerja asing (TKA).

“Tantangan ke depan adalah bagaimana meningkatkan kualitas tenaga kerja agar market kita tidak tergerus dengan tenaga kerja asing. Ini mungkin belum bisa diisi orang kita akhirnya mereka harus impor tenaga kerja,” ungkapnya kepada Bisnis, Minggu (17/2/2013).

Kecenderungan itu dapat terlihat dari tren penurunan surplus neraca transfer berjalan Indonesia sejak 2010. Neraca transfer berjalan dalam negeri pada 2010 mencatat surplus US$4,6 miliar dan terus menurun sampai 2012 yang tercatat masing-masing US$4,2 miliar (2011) dan US$4 miliar (2012).

Menurut Destry, penurunan surplus ini disebabkan oleh peningkatan pembayaran TKA yang tidak sebanding dengan peningkatan pembayaran tenaga kerja Indonesia (TKI). (msb)


Source : Hedwi Prihatmoko

Editor : Other

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.