SOAK NGALAM, Kaos Khas Kota Malang

MALANG -- Jika berkunjung ke Bali anda menjumpai kaos joger, Jogja dengan kaos dagadu, Surabaya dengan kaos cakcuk. Tak mau kalah, Malangpun memiliki soak ngalam atau kaos malang yang menjadi kaos khas kota apel ini.
- Bisnis.com 20 Februari 2013  |  13:40 WIB

MALANG -- Jika berkunjung ke Bali anda menjumpai kaos joger, Jogja dengan kaos dagadu, Surabaya dengan kaos cakcuk. Tak mau kalah, Malangpun memiliki soak ngalam atau kaos malang yang menjadi kaos khas kota apel ini.

 
Tommy Pamungkas, Store Manager Soak Ngalam, mengatakan idenya membuat Soak Ngalam berawal dari keinginannya untuk mempromosikan budaya asli Malang kepada wisatawan yang berkunjung, juga kepada masyarakat asli Malang.
 
Dia menjelaskan Soak Ngalam juga ingin melestarikan keunikan yang identik dengan Kota Malang seperti bahasa malangan yang terkenal dengan boso walikan atau kata-kata yang dibaca secara terbalik, tetapi tidak semua kata dapat diartikan secara terbalik.
 
Contohnya, genaro yang artinya orang atau arek dalam bahasa jawa timuran, oges lecep wis sibun yang artinya nasi pecel sudah habis, serta kata-kata istilah yang memiliki arti khusus seperti amrin yang artinya pacar, ojir yang identik dengan uang.
 
"Kami ingin menawarkan oleh-oleh berupa cindera mata yang lebih tahan lama, simple, dan tetap mempunyai kesan tentang keberadaan Kota Malang. Selama ini yang menjadi icon Kota Malang yaitu buah apel, bakso, dan aneka kripik terutama kripik tempe," ujar Tommy saat ditemui Bisnis, Rabu (20/2/2013).
 
Selain itu, lanjutnya, Soak Ngalam juga ingin menggugah kembali masyarakat Malang yang sudah tidak lagi tinggal di Kota Malang akan kekhasan yang dimaksud, juga memperkenalkan kepada generasi baru akan bahasa Malangan yang mungkin sudah tidak dikenal lagi oleh mereka.
 
Dia menjelaskan 4 tahun menjalankan usahanya memproduksi kaos dengan desain dan tulisan ciri khas Malang, Soak Ngalam kini memiliki 2 toko yakni di Jalan Kawi Atas 24 Malang dan Jalan Raya Mulyoagung 03 Malang.
 
"Dalam sebulan rata-rata kami memperoleh omzet sekitar Rp30 juta hingga Rp35 juta. Kalau liburan sekolah dan hari raya akan lebih besar lagi, bisa Rp50 jutaan. Kami juga bisa memproduksi 1.000 jenis kaos setiap bulan," ungkapnya.
 
Dalam sebulan Soak Ngalam sedikitnya membuat 8 hingga 10 desain kaos baru yang disesuaikan dengan tren yang sedang berkembang. Rencana ke depan, tambahnya, Soak Ngalam akan memperbesar tokonya untuk kenyamanan pembeli. 
 
"Harga yang kami tawarkan cukup terjangkau, dewasa berkisar Rp70.000 - Rp80.000, anak-anak berkisar Rp60.000 - Rp70.000. Kami ingin menawarkan oleh-oleh alternatif," imbuhnya.
 
Dia menambahkan minat pembeli Soak Ngalam selama ini tidak hanya dari warga Malang sendiri, tetapi dari wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kota Malang. (faa)

Tag :
Editor : Fahmi Achmad

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top