Senin, 20 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

KOMODITAS AGRIBISNIS : HPP Kedelai Harus Pertimbangkan Struktur Biaya Produksi

Sri Mas Sari   -   Kamis, 21 Februari 2013, 19:52 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA – Harga pembelian pemerintah atau  patokan kedelai harus memperhitungkan struktur biaya produksi di tiap wilayah sehingga memberi manfaat kepada petani maupun perajin tahu dan tempe.

Ketua Dewan Kedelai Nasional (DKN) Benny A . Kusbini berpendapat penerapan HPP memang langkah maju untuk memberikan kepastian kepada petani dan perajin tahu dan tempe yang sering merugi akibat fluktuasi harga.

 “Tapi, cost structure di setiap daerah berbeda. Di Aceh, Lampung dan Jatim berbeda. Selisih antara HPP di tingkat petani dan perajin harus memperhitungkan ongkos distribusi di seluruh Indonesia,” katanya di Jakarta, Kamis (21/2/2013).

Menurutnya, langkah stabilisasi harga dan peningkatan produksi tidak cukup hanya dengan HPP karena pemerintah harus membangun infrastruktur transportasi dan pascapanen.

Program peningkatan produksi tidak dapat dilakukan hanya dengan pemberian bantuan benih, tetapi juga kualitas lahan, budidaya tanam dan pascapanen.

“Bagaimana pengeringannya, perontokannya, packing-nya, loading-nya, bongkarnya, pengangkutan ke sentra konsumsi. Ini harus dipikirkan,” katanya.

Dia juga menyarankan program swasembada semestinya dilakukan dengan sistem klaster. Jika lahan yang disediakan 1,2 juta ha dengan produktivitas 1 ton per ha, maka diperlukan empat provinsi perlu ditentukan untuk menjadi sentra produksi selain Jawa.

Lima provinsi itu meliputi Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Timur, dengan luas lahan masing-masing 300.000 ha.

Sebelumnya, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Srie Agustina menyampaikan pihaknya akan mengeluarkan tiga beleid untuk menjaga stabilitas harga kedelai di tingkat petani dan perajin.

Tiga regulasi dalam bentuk peraturan menteri perdagangan itu mencakup aturan mengenai stabilisasi harga, HPP di tingkat petani dan perajin serta tim stabilisasi harga kedelai.

HPP akan ditetapkan setiap bulan dengan mempertimbangkan pergerakan harga di pasar internasional.


Editor : Other

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.