Sabtu, 25 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Mekanisme Lelang Bakal Susutkan Jumlah Importir Sapi

M. Kholikul Alim   -   Senin, 25 Februari 2013, 17:00 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA--Rencana penerapan mekanisme lelang impor daging sapi diprediksi menyusutkan jumlah perusahaan importir. 

Direktur Eksekutif Asosiasi Pedagang Sapi Impor Thomas Sembiring mengatakan persayaratan mengikuti lelang bakal sulit dipenuhi oleh para importir. 

"Yang bisa ikut lelang itu pengusaha besar saja, yang kecil-kecil tidak mampu lagi," ujarnya kepada Bisnis, Senin (25/02). 

Asal tahu saja, jumlah perusahaan yang mendapat kuota impor tahun ini mencapai 67 perusahaan. Adapun total kuota impor daging sapi tahun ini mencapai 80.000 ton yang terdiri dari 267.000 ekor sapi bakalan setara 48.000 ton daging dan daging sapi sebanyak 32.000 ton. 

Thomas menambahkan mekanisme lelang sulit diterapkan untuk daging sapi. Pasalnya, daging sapi memiliki kualitas yang beragam. 

"Kalau daging mana mungkin dilelang? jenisnya kan banyak," ungkapnya. 

Meski diklaim pemerintah bakal membuat harga daging sapi impor lebih kompetitif, tetapi kebijakan lelang diramal tidak akan berpengaruh banyak terhadap penurunan harga sapi di dalam negeri. Thomas mengatakan harga sapi bakalan dari Australia memang sedang tinggi, sehingga kebijakan lelang tidak akan berpengaruh signifikan terhadap peergerakan harga daging sapi dalam negeri.

 Penurunan harga sapi, lanjutnya, bisa terealisasi asalkan jenis sapi yang diimpor bukan sapi bakalan.

 "Kalau pemerintah mau masukkan sapi siap potong, itu lain cerita. Bisa beli sapi tua yang harganya murah, sampai sini langsung potong dan bisa menurunkan harga," ungkapnya.

 Meski demikian, lanjutnya, impor sapi siap potong tidak akan bisa terealisasi sebab peraturan yang ada mengharuskan pelaku usaha mengimpor sapi bakalan.

 Thomas menambahkan niatan menurunkan harga juga bisa dilakukan dengan memperbesar porsi impor daging. Menurutnya, harga daging sapi di Australia relatif lebih murah dibandingkan dengan harga sapi bakalan.

 Selain itu, mekanisme lelang juga berpotensi menimbulkan kartel. Jumlah perusahaan peserta lelang yang terbatas bisa berimbas pada permainan harga di tingkat importir.

 Guna menghindari terjadinya kartel, lanjutnya, pemerintah harus membongkar struktur harga daging sapi. Hal tersebut, ujarnya, harus memasukkan komponen harga beli dan berbagai biaya lainnya. 

"Impor kan kena bea masuk dan Pajak Pertambahan Nilai. Lalu ada biaya penggemukan juga," imbuhnya. 

Dihubungi secara terpisah, Ketua Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Teguh Boediyana berharap kebijakan lelang tidak menimbulkan distorsi harga sapi lokal. 

Apapun mekanisme penetapan kuotanya yang penting tidak sampai mendistorsi harga sapi lokal,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (25/2). 

Teguh mengusulkan mekanisme lelang harus diiringi dengan kebijakan besaran bea masuk. Menurutnya, jika harga daging impor terlalu rendah maka pemerintah harus mengenakan bea masuk yang sesuai agar harga sapi lokal tidak ikut jatuh. 


Editor : Other

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.