Senin, 22 Desember 2014

INALUM: Jepang Lepas Semua Saham Pada Oktober 2013

Editor Rabu, 27/02/2013 17:31 WIB

MEDAN -- Pemerintah Jepang menyatakan melepas semua sahamnya di PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dengan harga baku kepada Pemerintah Indonesia pada Oktober 2013. 

“Kami tidak memperpanjang kontrak atas kepemilikan PT Inalum lagi dan sepenuhnya akan kami berikan kepada Indonesia. Kami tidak ikut campur lagi di dalamnya,” jelas Konsul Jenderal Jepang Untuk Medan Yuji Hamada, Selasa malam (26/2). 

Dia mengatakan keputusan ini harus dilakukan sesuai dengan perjanjian pendirian perusahaan itu, yaitu pada tahun ini Indonesia menjadi pemilik Inalum. Dia meyakini jika dikelola dengan baik, maka Inalum akan menambah kekuatan ekonomi Indonesia. 

Data Bisnis menunjukkan Inalum didirikan pada 6 Januari 1976 di Jakarta, sebuah perusahaan patungan antara Pemerintah Indonesia dengan Nippon Asahan Aluminium Co.Ltd dengan perbandingan saham masing-masing 10%:90%.

Pada Oktober 1978 kepemilikan saham Indonesia naik menjadi 25% dan Nippon turun menjadi 75 %. Pada 10 Februari 1998 hingga kini Indonesia menguasai 41,12% saham dan Nippon sebesar 58,88%. Tahun ini, Indonesia akan menguasai 100% saham perusahaan itu.

PT Inalum telah membangun dan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga air (PLTA), terdiri dari Stasiun Pembangkit Siguragura dan Tangga yang juga dikenal sebagai PLTA  Asahan II. Total kapasitas terpasang dari kedua pembangkit sebesar 603 megawatt.

Inalum juga telah membangun pabrik peleburan aluminium dengan kapasitas produksi 225.000 ton aluminium batangan (Ingot) di Kuala Tanjung, Kec. Air Putih Kabupaten Batubara tahap pertama operasinya dimulai pada 20 Januari 1982. (bas)

Apps Bisnis.com available on:    
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
more...