Jum'at, 29 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

BAWANG PUTIH: Impor semester I tahun ini 160.000 ton

M. Kholikul Alim   -   Jum'at, 08 Maret 2013, 15:48 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA--160.000 ton bawang putih impor siap masuki pasar Indonesia pada semester I/2013.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian Haryono mengatakan Kementerian Pertanian telah menetapkan kuota impor berdasarkan analisis beberapa faktor di lapangan.

"Produksi bukan sedang tidak bagus, tetapi kami analisis dari kebutuhan dan rata-rata kekurangan semester pertama setiap tahun," ujarnya di Jakarta, Jumat (8/3/2013).

Kuota impor bawang putih pada 6 bulan pertama tahun ini, lanjutnya, turun dibandingkan dengan realisasi impor bawang putih pada semester II tahun lalu sebanyak 200.000 ton. Adapun kuota impor bawang merah semester I/ 2013 mencapai 60.000 ton, susut 31,82% dibandingkan dengan realisasi pada 6 bulan terakhir 2012 sebesar 88.000 ton.

Haryono menambahkan Indonesia belum bisa memproduksi bawang putih dalam jumlah besar. Di sisi lain, kebutuhan nasional masih tetap tinggi.

"Kebutuhan bawang merah dan bawang putih setahun besarnya sekitar dua kali dari rekomendasi impor yang diberikan pada semeter pertama," ungkapnya.

Dengan dikeluarkannya Rekomendasi Impor Produk Hortikultura untuk semester I/ 2013, harga bawang putih diharapkan segera kembali ke posisi normal. Menurutnya, harga bawang putih saat ini sudah mulai menunjukkan trend penurunan.

Haryono memastikan Kementan belum berpikir untuk menambah kuota impor bawang putih dalam waktu dekat. Menurutnya, penambahan kuota harus mengikuti mekanisme yang ada serta didasarkan pada data yang akurat.

Menteri Pertanian Suswono mengatakan penambahan kuota impor hanya akan dilakukan jika pasokan dalam negeri benar-benar tidak mampu memenuhi kebutuhan nasional. Guna memastikan kuota impor sejalan dengan pasokan dalam negeri, lanjutnya, Kementan tengah menghitung ulang produksi hortikultura.

"Data produksi dalam negeri harus akurat supaya kekurangannya saja yang ditutupi oleh impor," ujarnya, Jumat (8/3/2013). (msb)

 


Source : M. Kholikul Alim

Editor : Other

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.