Jum'at, 24 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

KERETA API: Meskipun Padat, Ternyata Tempat Duduk Tidak Terisi

Henrykus F. Nuwa Wedo   -   Jum'at, 08 Maret 2013, 17:55 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA—Kementerian Perhubungan menyatakan penyerapan anggaran subsidi (public service obligation) oleh PT Kereta Api Indonesia hanya mencapai 81% atau mencapai Rp624 miliar pada 2012.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan KA Ditjen Perkeretapian Kementerian Perhubungan, Hanggoro Budi Wiryawan menjelaskan pada 2012 PT Kereta Api Indonesia (Persero) mendapat dana subsidi atau yang dikenal dengan public service obligation (PSO) sebesar Rp770 miliar.

Hanggoro menjelaskan tingkat keterisian tempat duduk (seat) kereta api selama 2012 juga tidak penuh dari yang disediakan sebanyak 98.056.558.

Hanggoro menjelaskan tingkat keterisian penumpang kereta api milik PT KAI hanya mencapai 84.637.262 tempat duduk selama 2012.    

“Tidak terisinya seat kereta api sesuai dengan apa yang dikontrakan disebabkan oleh beberapa hal,” ujarnya di Jakarta, Jumat (8/3/2013).

Dia menilai tidak terserapnya anggaran dan tempat duduk yang disediakan oleh PT KAI karena realisasi frekuensi perjalanan KA lebih rendah dari frekuensi perjalanan yang telah ditetapkan dalam kontrak.

Dia menyatakan tidak teserapnya anggaran public service obligation dan tempat duduk disebabkan oleh tiga hal utama.

Pertama, penarikan kereta rel listrik (KRL) ekonomi yang diganti dengan menggunakan kereta rel listrik AC Commuter line mempengaruhi tingkat keterisian penumpang KA.

Kedua, berkurangnya frekuensi perjalanan KA akibat pemasangan AC split pada kereta ekonomi.

Ketiga, terjadinya insiden amblasnya rel KA di Cilembut, Bogor menyebabkan terhambatnya pengoperasian sejumlah KA. (LN)


Source : Henrykus F. Nuwa Wedo

Editor : Other

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.