Selasa, 16 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

RISET PASAR: UKM Belum Anggap Sebagai Kebutuhan Utama

Rio Sandy Pradana   -   Kamis, 14 Maret 2013, 13:48 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA--Riset pasar bagi UKM belum dipandang menjadi salah satu kebutuhan utama. Tingginya biaya dan kurangnya pengetahuan masih menjadi kendala bagi para pengusaha.

Ipsos, perusahaan riset pasar, bekerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) membantu pengusaha UKM membekali pemahaman riset pemasaran untuk mengetahui perilaku konsumen yang diberikan secara gratis.

Managing Director Ipsos Indonesia Iwan Murty mengatakan program ini diharapkan mampu meningkatkan wawasan berbisnis dan memperkuat strategi usaha pelaku UKM.

"Pelaku UKM bisa melakukan riset kecil-kecilan kepada konsumen. Hal ini sangat penting saat akan meluncurkan produk baru. Misalnya, dengan cara meminta nomor telepon konsumen yang membeli dan tidak jadi membeli produknya untuk kemudian ditanya mengenai tanggapannya," kata Iwan.

Program ini ditujukan kepada kelompok kerja dan bukan per perusahaan individual sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi banyak bidang UKM. Pada kesempatan ini Ipsos memang memfokuskan pada sektor usaha makanan dan minuman terlebih dahulu.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang UKM Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Nina Tursinah menuturkan hasil survey cuma-cuma ini diberikan agar dapat menjadi modal awal bagi pengusaha UKM untuk memperbaiki strategi produksinya.

"Bagaimana UKM bisa menjual produk bila tidak mengetahui pasarnya. Ini yang selama ini menjadi faktor kegagalan mereka. Akhirnya hanya bisa buka, selang beberapa waktu sudah tutup karena merugi," ujarnya.

Dia menilai seyogyanya pemerintah harus bisa memberikan fasilitas pelatihan riset seperti ini untuk UKM. Selain itu, dalam membuat regulasi tidak hanya diwajibkan untuk mencintai produk lokal saja, tetapi harus mau membeli dan menggunakan.

Pemerintah juga harus mampu meningkatkan daya beli masyarakat. Jangan sampai masyarakat lebih memilih membeli produk dari China atau Vietnam yang lebih murah.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman berharap dengan program seperti ini bisa mendorong UKM dalam meningkatkan kualitas bisnis sehingga mempunyai daya saing yang kompetitif. (if)


Editor : Other

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Dapatkan data Neraca, Reksa Dana, Waran, Swap, Valas, Obligasi, dan Saham. Klik disini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik disini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.