Minggu, 26 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

PELINDO III: Proyek JIIPE dimulai Juli 2013

M. Tahir Saleh   -   Kamis, 14 Maret 2013, 17:04 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA—PT Pelabuhan Indonesia III menargetkan pembangunan kawasan industri, pelabuhan, dan hunian Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) akan dimulai Juli 2013 setelah lebih dahulu menyelesaikan rencana induk.

Direktur Utama Pelabuhan Indonesia III Djarwo Surjanto mengatakan rencana induk atau masterplan dalam tahap finalisasi dan segera diikuti dengan pembuatan detil teknis proyek itu.

“Kami harapkan Juli tahun ini sudah mulai pembangunan JIIPE. Proyek ini skalanya lebih besar lagi dan dilakukan bersama mitra strategis kami. Kalau kami bangun sendiri engga mampu,” katanya ditemui Bisnis, pekan lalu.

Proyek JIIPE yang terletak di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur ini terdiri dari kawasan pelabuhan dengan luas mencapai 400 hektar hasil dari reklamasi, kawasan industri dengan luas 2.500 hektar, dan kawasan hunian atau residensial 500 hektar.

Proyek itu diperkirakan menelan dana hingga Rp7 triliun tetapi besaran dana itu belum dihitung secara total karena pembangunan dilakukan secara bertahap.

Djarwo mengatakan pendanaan saat ini untuk proyek tersebut masih menggunakan akumulasi keuntungan yang ada di perseroan jadi kekurangan pembiayaan akan ditutupi dari pinjaman perbankan.

Nilai proyek tahap pertama JIIPE di Manyar itu masih lebih rendah dibandingkan nilai investasi pembangunan seluruh Terminal Multipurpose Teluk Lamong yang ditargetkan selesai sepenuhnya pada 2018—2020 mencapai Rp10 triliun.

Pada tahap pertama Teluk Lamong, Pelindo III menyiapkan investasi Rp3,4 triliun yang digunakan untuk mereklamasi pulau di tengah laut seluas 20 ha dan membangun dermaga mencapai 1.000 meter ditambah fasilitas lainnya.

Target beroperasi tahap pertama Teluk Lamong pada April tahun depan.

Djarwo mengatakan proyek anyar di Manyar itu bertujuan untuk mengefisienkan logistik karena pelabuhan lokasinya nanti berjejer dengan kawasan industri.

“Engga seperti sekarang ini, misalnya kawasan industri Kawarang lalu pelabuhan ada di Tanjung Priok.”

Dia mengatakan baik Pemerintah Kota Surabaya maupun Pemerintah Kabupaten Gresik mendukung dua proyek baru itu. Dengan dukungan itu akan mempermudah terealisasinya proyek itu untuk mendukung pertumbuhan ekonomi provinsi itu.

Selain itu, Djarwo mengatakan pembangunan kawasan industri beserta pelabuhan dan hunian itu juga akan mengakomodasi rencana sejumlah perusahaan yang berniat merelokasi pabriknya ke luar Jawa Barat dan Jakarta menyusul naiknya UMR.

“Satu bulan lalu di koran diberitakan Indonesia kekurangan kawasan industri, nah kini kami berikan solusi bukan lagi 200-300 ha tapi ini 2.500 ha. Kami welcome dengan Apindo jika ada relokasi, Jatim ini punya gas di depan mata, sumber gasnya banyak,” katanya.

Untuk proyek Manyar, perseroan berharap jalan masuk segera tuntas sehingga pertengahan 2014 industri yang mau memakai sudah bisa membangun.

Adapun untuk Teluk Lamong, setelah dibangun keseluruhan, total luas lahan terminal ini akan mencapai 380 hektar dan panjang dermaga 2.500 meter pada 2018 atau maksimal terealisasi pada 2020.

Terminal Teluk Lamong yang dibangun sejak November 2010 ini merupakan proyek perluasan Pelabuhan Tanjung Perak dan disiapkan untuk melayani kapal berukuran besar.  (ra)

 


Editor : Other

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.