Sabtu, 26 Juli 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

FREEPORT Boleh Tak Membangun SMELTER Sendiri

Lili Sunardi   -   Minggu, 17 Maret 2013, 12:57 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA--PT Freeport Indonesia dapat menjadi pemasok konsentrat tembaga untuk diolah dan dimurnikan di dalam negeri tanpa harus membangun smelter untuk melaksanakan undang-undang (UU) No. 4/2009 tentang Mineral dan Batu Bara (Minerba).

Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Thamrin Sihite mengatakan jika nantinya sudah ada smelter yang dapat mengolah dan memurnikan seluruh bijih mineral yang diproduksi di dalam negeri. Maka Freeport boleh hanya menjadi pemasok. Pasalnya, UU Minerba hanya mengamanatkan pengolahan dan pemurnian seluruh bijih mineral dilakukan di dalam negeri.

“UU dan peraturan pemerintah yang ada saat ini kan juga menyatakan tidak harus mendirikan sendiri, tapi dapat juga melakukan kerjasama untuk membangun smelter. Karena intinya adalah pengolahan pemurnian di dalam negeri,” katanya di Jakarta, Sabtu (16/3).

Thamrin mengungkapkan saat ini pihaknya terus mendorong berbagai opsi agar seluruh bijih mineral yang ditambang Freeport dapat diolah di dalam negeri. Hingga saat ini baru 30% bijih mineral yang diproduksi perusahaan diolah dan dimurnikan oleh PT Smelting Gresik.

Menurutnya, Freeport paling tidak juga harus melakukan investasi di perusahaan smelter yang akan di bangun. “Misalnya kan ada Nusantara Smelting yang akan masuk. Kalau Nusantara Smelting itu saat ini kekurangan dana, ya mereka harus ikut share dong. Kalau semuanya dapat diolah di dalam negeri ya sudah ,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu Thamrin juga menegaskan akan tetap tegas menerapkan pelarangan ekspor bijih mineral pada 2014 sesuai amanat UU Minerba. Dengan begitu pemerintah dapat memaksakan penambahan nilai dari industri pertambangan.

Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo mengatakan berbagai aturan yang dikeluarkan pemerintah saat ini bertujuan untuk memuluskan apa yang diamanatkan oleh UU Minerba. Hal itu disebabkan banyak pengusaha pertambangan yang masih belum menyadari pentingnya pembangunan smelter seperti yang diamanatkan beleid itu.

“Sebelum ada Permen ESDM No. 7/2012 dan 11/2012 itu baru sedikit perusahaan yang berniat menjalankan UU Minerba, makanya kami akan terus mengatur dengan tegas,” tuturnya.

Seperti diketahui, saat ini PT Freeport Indonesia mengkaji dua opsi terkait pengolahan dan pemurnian bijih mineral di dalam negeri seperti yang diamanatkan UU Minerba dan menjadi salah satu isu krusial dalam proses renegosiasi kontrak karya (KK). (IF)


Editor : Other

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.