KEAMANAN INTERNET: Nawala Targetkan Peningkatan Database Situs Negatif Tiga Kali Lipat

BISNIS.COM, JAKARTA--Nawala, perusahaan penyedia layanan kemanan Internet berbasis DNS (Domain Name System), menargetkan peningkatan jumah database situs negatif sebesar tiga kali lipat pada tahun ini. Hingga saat ini Nawala memiliki 618.925 situs negatif
Febrany D. A. Putri
Febrany D. A. Putri - Bisnis.com 20 Maret 2013  |  17:19 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA--Nawala, perusahaan penyedia layanan kemanan Internet berbasis DNS (Domain Name System), menargetkan peningkatan jumah database situs negatif sebesar tiga kali lipat pada tahun ini. Hingga saat ini Nawala memiliki 618.925 situs negatif dalam database mereka.

DNS merupakan aplikasi layanan Internet untuk menerjemahkan nama domain ke alamat Internet Protocol (IP) dan sebaliknya. Dari jumlah situs negatif yang terdapat dalam database Nawala, 605.456 merupakan situs dengan konten pornografi, 9.635 perjudian, 1.116 phising atau penyesatan ke alamat situs lain, 1.989 proxy, 320 malware, dan 391 situs penipuan dan aktivitas ilegal.

Selain itu, pada Direktur Pelaksana Yayasan Nawala Nusantara M. Yamin mengatakan pihaknya memiliki dua kategori situs negatif yang dapat dimasukkan ke database, yakni situs yang sejak awal ditujukan untuk memuat konten negatif dan situs yang memuat konten negatif akibat interaksi dari pengguna situs.

"Untuk situs yang termasuk pada kriteria pertama, kami melakukan pemblokiran langsung dengan standar operasional yang ketat, sementara untuk kriteria kedua penapisan baru bisa dilakukan setelah berinteraksi dengan pengelola situs. Interaksi bisa melalui fasilitas pengaduan atau email," ujar M. Yamin, di sela-sela temu media, Rabu (20/3).

Untuk mencapai target tersebut, Nawala mengklaim mampu menambah jumlah database sebanyak 300 hingga 600 situs per hari. Penambahan database dapat dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya melalui pengaduan dan pencarian oleh tim pengawasan Nawala.

Selain itu, pada tahun ini pula Nawala akan menerapkan DNSSec. Melalui penerapan DNSSec, manipulasi DNS tidak akan terjadi. M. Yamin mencontohkan saat situs resmi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diretas. DNSSec memiliki infrastruktur yan lebih aman dengan enkripsi, sehingga hanya pengguna dan DNS yang dilegitimasi yang bisa melakukan akses. Ke depan, Nawala juga akan mengusahakan kapasitas menutup URL.

Adapun sepanjang 2012, jumlah permintaan akses melalui DNS Nawala per hari rata-rata mencapai 1,2 miliar. Dari jumlah tersebut, tercatat ada 97,97 juta kunjungan ke halaman situs yang diblokir oleh Nawala. Kunjungan tersebut berasal dari 163 negara, dengan Indonesia menduduki jumlah kunjungan tertinggi yakni 94,04 juta, disusul negara yang tidak dapat terlacak lokasinya 1,78 juta, dan Mesir 1,05 juta.

(faa)

Tag : nawala, dns
Editor : Others

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top