Rabu, 26 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

MENPERIN: 9 Produk Industri Siap Hadapi Pasar Bebas Asean

Bambang Supriyanto   -   Jum'at, 22 Maret 2013, 01:46 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM,BANDUNG -- Menperin MS Hidayat mengatakan sembilan produk industri siap menghadapi pasar bebas Asean pada 2015, karena memiliki daya saing yang lebih tinggi dibandingkan negara lain di kawasan Asia Tenggara.

"Sembilan komoditas industri diprioritaskan untuk memasuki pasar Asean karena memiliki daya saing yang relatif lebih tinggi," ujarnya dalam lokakarya pendalaman kebijakan industri, Kamis malam (21/3)

Sembilan produk industri itu adalah produk agro seperti minyak sawit mentah (CPO), kakao, dan karet; ikan dan produk olahannya; tekstil dan produk tektil (TPT); alas kaki, kulit, dan barang kulit; serta mebel.

Produk lainnya adalah makanan dan minuman; pupuk dan petrokimia; mesin dan peralatannya; serta logam dasar, besi, dan baja.

Kendati demikian, ada sejumlah produk industri yang mampu bersaing tersebut masuk ke dalam tujuh cabang industri yang dinilai Hidayat perlu ditingkatkan daya saingnya, untuk mengamankan pasar dalam negeri terhadap produk sejenis dari negara lain.

Tujuh cabang industri itu adalah otomotif, elektronik, semen, pakaian jadi, alas kaki, makanan dan minuman, dan mebel.

"Terus terang saya gugup, apakah kita siap menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN (AEC) 2015," ujarnya. AEC, lanjut dia, bertujuan menciptakan pasar bebas untuk barang, jasa, bahkan investasi.

Oleh karena itu, Hidayat berharap bantuan dari kementerian dan instansi lainnya dalam pengawasan barang impor, perlindungan terhadap praktek perdagangan tidak sehat seperti penyelundupan, serta pembangunan infrastruktur dan penurunan biaya logistik agar industri dalam negeri bisa bersaing.

"AEC 2015 juga menciptakan peluang pasar, mendorong investasi, dan membentuk 'joint venture' untuk memudahkan akses bahan baku," katanya.

Untuk mempersiapkan dunia usaha menghadapi AEC 2015, Kemenperin, lanjut Hidayat, akan mengintensifkan sosialisasi ke kalangan industri, memperkuat industri kecil dan menengah, mengembangkan wirausaha baru, dan meningkatkan kompetensi SDM industri, di samping menambah fasilitas laboratorium uji untuk penerapan standarisasi.


Source : Newswire

Editor : Other

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.