Rabu, 23 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

RITEL JEPANG incar perluasan pasar ke Indonesia

Rio Sandy Pradana   -   Minggu, 31 Maret 2013, 22:26 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA— Beberapa peritel Jepang dikabarkan akan segera berkunjung ke Indonesia pada pertengahan April.

Mereka berencana melebarkan jangkauan pasar melalui Japan Retailers Association atau JRA.

Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Satria Hamid mengatakan langkah beberapa peritel Jepang yang gencar berekspansi di Indonesia dinilai perlu ditiru. Kerjasama ini biasanya bersifat business to business (B2B).

“Kita harus menyiapkan diri terhadap penetrasi asing. Brand ritel lokal seharusnya bisa difasilitasi dan dibantu oleh pemerintah. Kalau mereka melakukan pendekatan melalui B2B, kita bisa dari G2G (government to government),” katanya, belum lama ini.

Ritel Jepang dinilai sangat agresif dalam memperluas pasar. Penetrasi ini juga dilakukan oleh pemerintah melalui G2G. Mereka masuk melalui pemerintah negara dan asosiasinya.

Satria menambahkan dengan negosiasi G2G, harapannya pemerintah bisa menyediakan kemudahan dalam aksesibilitas ke negara lain. Jadi ritel tidak hanya kuat di pasar dalam negeri. Negosiasi ini  bisa dimulai dari pasar negara-negara Asean.

Ritel lokal, menurutnya, tidak perlu takut akan serbuan asing. Brand lokal dinilai tidak kalah bersaing dengan asing dan peluang untuk tetap mendominasi pasar tetap ada.

Selain itu, pasar lokal yang tergolong unik membuat peritel asing juga harus menyiapkan strategi lain.

Masyarakat Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari Jawa-luar Jawa atau urban dan nonurban.

Terbukti ada beberapa ritel asing yang gagal seperti Wallmart, Metro AG, dan Makro.  (ra)

 


Editor : Other

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.