Minggu, 20 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

Pertamina Pasang Alat Monitoring BBM Bersubsidi di 700 SPBU di Jakarta

Fahmi Achmad   -   Senin, 01 April 2013, 14:30 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, BANGKOK - PT Pertamina segera memasang alat Sistem Monitoring dan Pengendalian BBM PSO di 700 SPBU di Jakarta untuk program kongkrit pengedalian konsumsi BBM bersubsidi mulai April ini dengan target mulai bisa digunakan pada awal Juli tahun ini.

Untuk vendor pengembangan dan pemasangan teknologinya telah ditunjuk PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) dengan cara kerja sistemnya mengontrol pengeluaran minyak untuk BBM bersubsidi dan non subsidi dari slang (nozzle) yang memakai alat tera.

Direktur Pemasaran dan Perdagangan PT Pertamina Hanung Budya mengatakan perusahaan vendor yang juga BUMN itu telah melakukan uji coba alat teknologi Monitoring dan Pengendalian BBM PSO itu di beberapa titik di Jakarta dan Sukabumi yang dinilai sangat berhasil, sehingga bisa diimplementasikan dalam tahap pelaksanaan proyek percontohan di 700 SPBU di Jakarta.

"Nanti ada alat yang dipasang di slang pengisian BBM di SPBU dan di mobil. Cara kerjanya kalau mobil kelompok non subsidi seperti kendaraan dinas pemerintah mencoba mengisi minyak subsidi maka minyak tidak bisa keluar karena alat akan mengunci slangnya," katanya di sela-sela acara penandatanganan naskah Head of Agreement (HoA) antara Pertamina dan PTT Global Chemical untuk investasi pabrik petrokimia senilai US$4 miliar di Bangkok, Senin, (1/4).

Dia menambahkan pengembangan teknologi itu bahkan bisa mengontrol quota konsumsi BBM bersubsidi secara individu untuk kendaraan mobil maupun motor.

"Misalnya jika mobil cuma dapat jatah BBM subsidi Rp100.000 per hari dan motor Rp20.000 per hari ini, nah kalau mereka sudah mengisi sesuai quota, maka secara otomatis tidak bisa dapat lagi mengisi hari itu. Kalau curang maka itu akan tercatat oleh sistem sehingga bisa diketahui dengan mudah. Nanti data centernya ada di Pertamina sehingga namanya sistem Monitoring dan Pengendalian BBM PSO."

Dirut Pertamina Karen Agustiawan mengatakan langkah itu merupakan tindak lanjut dari permintaan pemerintah agar Pertamina ikut mencari solusi bagi pengendalian konsumsi BBM bersubsidi yang volumenya terus membesar dan distribusinya cenderung menjadi tidak terkontrol.

"Sistem monotoring dan pengendalian itu bagian dari solusi IT yang kami tawarkan kepada pemerintah. Seminggu lalu saya sudah melakukan presentasi kepada pemerintah dan kami siapkan menerapkannya," ujar Karen menajwab pertanyaan soal komunikasi dengan Hatta yang ditugaskan dalam sepekan ini oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mencari solusi yang tepat bagi pengendalian konsumsi BBM bersubsidi.

Dalam hal ini, wanita insinyur alumnus ITB itu, menambahkan perseroan bersedia menanggung beban biaya investasi alat program SMP BBM PSO itu dengan kompensasi pengurangan setoran deviden dari laba bersih perusahaan kepada pemerintah sebesar nilai investasi yang bakal dihabiskan untuk biaya alat tersebut.

"Kalau investasinya Rp900 miliar maka deviden yang disetor misalnya Rp7 triliun, ya jadi Rp6,1 triliun. Ini yang kami usulkan kepada pemerintah."

Menurut dia, setelah proyek percontohan di 700 SPBU di Jakarta berjalan akan dilanjutkan untuk wilayah Jawa dan Bali sehingga bisa memberikan dampak signifikan bagi upaya pengendalian distribusi dan konsumsi BBM bersubsidi.

Hanung menambahkan jumlah SPBU yang dioperasikan oleh Pertamina di tanah air mencapai 5270 unit dengan jumlah slang mencapai 92.000 unit, yang berarti alat kontrol di slangnya juga dibutuhkan sebanyak 92.000 alat.

Dia optimistis alat pengontrol dan pengendali BBM bersubsidi itu bisa efektif menjadi tool untuk mengendalikan disribusi dan konsumsi BBM oleh masyarakat.

"Kami sendiri sudah melakukan uji coba pula di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan selama tiga bulan. Hasilnya cukup sukses. Ini teknologi yang sangat bisa diterapkan untuk membantu pengendalian pemakaian BBM bersubsidi itu," ujar Hanung lagi.

(faa)


Source : Irsad Sati

Editor : Other

 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.