Kamis, 24 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

PELNI & PERTAMINA Sepakati Kontrak Pembelian Pelumas

Rustam Agus   -   Jum'at, 05 April 2013, 19:23 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA- PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) akan menggunakan pelumas milik PT Pertamina untuk 10 armada kapal perusahaan.

Kesepakatan ini tertuang dalam penandatangan perjanjian kontrak pembelian pelumas antara Pelni dan Pertamina Unit Pelumas yang dilakukan oleh Direktur Utama Pelni Jussabella Sahea dan Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya di Jakarta.
 
Dengan adanya perjanjian ini, artinya Pelni akan menggunakan Pelumas Pertamina di sepuluh armada kapalnya dengan masa kontrak tiga tahun.

Hanung berjanji pihaknya menjaga kepercayaan yang diberikan Pelni kepada Pertamina. Pertamina berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dengan produk berkualitas dan harga yang bersaing kepada Pelni.
 
"Kami juga berharap perjalanan kerjasama antara Pertamina dan Pelni ini nantinya dapat terjalin dengan baik dan lebih berkembang sebagai bentuk sinergi BUMN, " tutur Hanung dalam acara penandatanganan tersebut di Jakarta, Jumat (5/4/2013).
 
Jussabella mengatakan dari 35 armada yang dimiliki Pelni, 10 kapal mulai menggunakan pelumas dari Pertamina tahun ini.

Adapun biaya yang dikeluarkan perseroan adalah sebesar Rp20 miliar untuk pengisian pertama di 10 kapal milik Pelni.
 
"Setelah ini, akan di top up, biayanya sekitar Rp6 miliar per bulan untuk sepuluh kapal," katanya.

Saat ini, volume konsumsi pelumas Pelni untuk 35 armada kapal adalah sebesar 2.407.680 liter. Artinya, per armada mengkonsumsi 68.790 liter per tahun.  (ra)


Source : Riendy Astria

Editor : Other

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.