Jum'at, 28 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Penggenangan Waduk Jatigede ditargetkan September 2013

Dimas Novita Sari   -   Sabtu, 06 April 2013, 20:18 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA --Penggenangan Waduk Jatigede di Jawa Barat ditargetkan dilakukan pada September 2013, mengingat pembangunan fisik sudah mencapai 72%.
 
"Kondisi progres sudah 72 persen dan menurut rencana akhir tahun di bulan September nanti mulai diisi," ujar Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, seperti dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (6/4/2013).

Dia menyampaikan waduk Jatigede merupakan waduk terbesar kedua di Indonesia setelah Waduk Jatiluhur sehingga dapat menjamin saluran irigasi seluas 90.000 ha, untuk Cirebon dan Indramayu.
 
Selain itu, lanjutnya, Waduk Jatigede akan menghasilkan pasokan listrik sebesar 110 megawatt dan dapat mengurangi banjir.

Kendati demikian, dalam proses pembangunannya juga terdapat beberapa kendala yang masih harus ditangani, salah satunya pembebasan lahan.

"Kontraktor saat ini belum bisa bekerja total karena masalah pembebasan lahan," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menjelaskan pihaknya menargetkan relokasi serta masalah pembebasan lahan dapat rampung sebelum September 2013.

"Ada lahan yang belum dimatangkan, Kemenpera telah menganggarkan Rp175 miliar untuk 1988 unit, namun baru dilaksanakan 697 unit," jelasnya.

Selain relokasi penduduk yang terkena dampak pembangunan waduk Jatigede, juga terdapat situs-situs sejarah yang terkena imbas dari pembangunan tersebut. Oleh karena itu, pemprov Jawa Barat juga akan melakukan pemindahan situs-situs sejarah tersebut.


Editor : Other

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.