Sabtu, 22 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

BENIH SUBSIDI: Penyaluran Tunggu Penentuan Harga

M. Kholikul Alim   -   Minggu, 14 April 2013, 16:09 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA--Penyaluran benih bersubsidi untuk komoditas jagung, kedelai, dan padi masih harus menunggu penetapan harga.

 

Dirjen Perbenihan Kementerian Pertanian Bambang Budhianto mengatakan penetapan harga benih terdapat dalam klausul Peraturan Menteri Keuangan tentang penyaluran benih bersubsidi.

 

"Ada pasal-pasal tambahan dalam PMK, salah satunya adalah penetapan harga benih oleh Menteri Pertanian sebelum pembuatan DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran), ujarnya kepada Bisnis, Minggu (14/4/2013).

 

Bambang menyebutkan Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur subsidi benih dan pupuk telah diteken Menkeu pada 21 Maret lalu. Meski demikian, PMK tersebut baru disampaikan melalui surat elektronik pada Kementerian Pertanian pada 2 April 2013.

 

Penetapan harga benih, lanjutnya, tidak boleh dilakukan sembarangan, sehinga penetapannya masih membutuhkan waktu. Menurutnya, pembahasan harga akan dilakukan dengan beberapa instansi terkait, salah satunya adalah Badan Pengawan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

 

Mekanisme penetapan harga merupakan usaha untuk meminimalisir penyimpangan yang banyak terjadi dalam pemberian benih oleh pemerintah di tahun-tahun sebelumnya.

 

"Saat ini menetapkan harga benih tidak mudah, sebab banyak aspek yang di tahun-tahun sebelumnya dipertanyakan," jelasnya.

 

Meski penetapan harga bakal memperlambat waktu penyaluran benih bersubsidi, tetapi Bambang menilai hal tersebut tidak akan menganggu target penyaluran benih bersubsidi.

 

Berdasarkan data Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, jumlah anggaran yang bakal dialokasikan untuk subsidi benih 2013 mencapai Rp1,45 triliun. Dana sebesaR Rp1,14 trilun, atau setara dengan 78,5% total anggaran akan dilakokasikan untuk subsidi benih padi.

 

Selain itu, lambatnya penyaluran benih bersubsidi juga diklaim tidak akan menganggu target produksi tanaman pangan tahun ini. Pasalnya, petani tetap akan melakukan penanaman tanpa menunggu realisasi penyaluran benih bersubsidi.

 

"Di lapangan tidak ada waktu penanaman yang kosong, petani pasti menanam kalau sudah waktunya. Sumber benih tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari pasar bebas," imbuhnya.

 

Sebagai tambahan informasi, tahun ini produksi padi ditarget mencapai 72,06 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Adapun produksi jagung ditarget menembus 19,83 juta ton Pipilan Kering.

 

Sementara itu, luas areal tanam kedelai tahun ini diperkirakan mencapai 1,018 juta hektare dan luas areal panen 970.000 hektare. Dengan produktivitas sebesar 15,46 kuintal per hektare, maka Produksi kedelai 2013 diperkirakan mencapai 1,5 juta ton.

 


Editor : Fajar Sidik

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.