Sabtu, 29 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

KAWASAN INDUSTRI TUBAN: 2 Investor Korea siap masuk

Adam A. Chevny   -   Selasa, 16 April 2013, 12:55 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, SURABAYA--Dua investor Korea di bidang industri gypsum dan permesinan akan mendirikan pabrik di Kawasan Industri Tuban (KIT), Jawa Timur.

Di sisi lain, penataan infrastruktur di kawasan industri seluas 227 hektare itu diproyeksikan rampung akhir tahun ini.

Manager Marketing PT Kawasan Industri Tuban (KIT) Hery Setiawan mengatakan pengerjaan proyek kawasan industri (KI) yang berlokasi di pantai utara Tuban itu kini fokus terhadap penyiapan jalan masuk kawasan.

Peletakan batu pertama fasilitas tersebut sudah dilakukan pada Desember 2012.

Menurut dia, pembangunan jalan masuk KI ditargetkan rampung pada akhir Juni sedangkan kesiapan infrastruktur pendukung berupa jaringan listrik, jaringan gas PGN dan ketersediaan air bersih (air tanah) pada awal 2014.

"Kami sudah memasarkan KI yang kami bangun di Tuban, dan telah ada dua investor Korea yang berminat masuk masing-masing bergerak di bidang industri gypsum dan permesinan. Kebutuhan lahan keduanya sekitar 20 hektare," ujarnya Selasa, (16/4/2013).

KIT dikembangkan PT Kawasan Industri Gresik (KIG) yang merupakan perusahaan patungan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dengan PT Petrokimia Gresik (Persero) dengan komposisi 65% : 35%.

Areal KIG seluas 140 hektare itu disebutkan telah penuh, sehingga perusahaan patungan tersebut melebarkan sayap ke Tuban.

Hery optimistis prospek KIT cukup bagus, mengingat lokasinya berada di poros jalan antar provinsi dari Surabaya - Jawa Tengah. (ra)


Editor : Rustam Agus

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.