Sabtu, 25 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

JAMINAN SOSIAL: Jamsostek Ajak Pekerja Informal Manfaatkan Fasilitas

R Fitriana   -   Rabu, 17 April 2013, 15:14 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA—Demi mendongkrak jumlah kepesertaan pekerja informal, PT Jamsostek mengajak pelaku usaha kecil menengah di berbagai daerah memanfaatkan jaminan sosial ini.

Menurut Direktur Utama PT Jamsostek Elvyn G. Masassya, ajakan bagi kalangan UKM ini juga untuk mendukung transformasi pihaknya menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

“Kepesertaan jamsostek tidak hanya sebatas untuk pekerja formal atau orang kantoran, tapi juga pekerja informal dapat memanfaatkan kami,” ujarnya dalam keterangan pers, Rabu (17/4).

Dia menjelaskan untuk membidik pelaku UKM tersebut pihaknya bekerja sama dengan bank pembangunan daerah (BPD), karena potensi tenaga kerja formal maupun informal yang menjadi nasabah sangat besar.

Artinya, lanjut Elvyn, kerja sama itu berupa permintaan ke debitur UKM untuk menjadi peserta Jamsostek, lalu mereka mendapatkan kredit dari BPD setempat.

“Salah satu keuntungan bagi BPDadalah PT Jamsostek akan menambah alokasi dana yang ditempatkan,” ungkapnya.

Selain itu, dia menambahkan jika BPD tersebut akan menerbitkan obligasi maka PT Jamsostek akan menjadi pembelinya.

“Jadi kondisinya win-win solution, kami mendapatkan tambahan peserta dan pihak BPD akan mendapatkan tambahan dana yang ditempatkan,” ungkap Elvyn. (if)


Editor : Ismail Fahmi

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.