Selasa, 29 Juli 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

KPPU Kaji Laporan Dugaan Monopoli Pelindo II

Henrykus F. Nuwa Wedo   -   Rabu, 17 April 2013, 22:23 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA -- Komisi Pengawas Persaingan Usaha  akan mengkaji laporan pengusaha logistik dan bongkar muat terkait dugaan praktek monopoli jasa kepelabuhan di sejumlah pelabuhan yang dikelola PT Pelindo II.

Komisioner KPPU, Kamser Lumbanradja menjelaskan saat ini pihaknya masih menampung sejumlah laporan dari pihak pelaku usaha logistik dan bongkat muat dari beberapa daerah.

“Jadi kita masih dalam tahap mendengar laporan dan belum bersikap. Sesuai regulasi Pelindo II memang benar bisa monopoli tetapi apakah benar praktek di lapangan mereka monopoli. Itu yang harus dibuktikan dan ditindaklanjuti,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (17/4/2013).

Kamser menegaskan pelaku usaha logistik dan bongkar muat dapat menyerahkan bukti bila pihak PT Pelabuhan Indonesia II (PT Pelindo II) melakukan praktek monopoli dalam jasa kepelabuhan.

Dia menjelaskan bila terdapat laporan yang disertai bukti maka pihaknya akan memanggil pihak PT Pelindo II terkait dugaan praktek monopoli jasa kepelabuhan.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha, imbuhnya, telah melakukan pertemuan dengan pihak PT Pelindo II Cabang Teluk Bayur Sumatera Barat terkait laporan pelaku usaha logistik.

Dia menambahkan pihaknya merencanakan untuk mengkaji bersama pihak PT Pelindo II terkait dugaan praktek monopoli di sejumlah pelabuhan.

Menurutnya pihaknya mengharapkan kedua belah pihak baik pelaku usaha swasta maupun PT Pelindo II untuk menjalankan persaingan bisnis secara sehat seperti yang diamantkan dalam Undang-Undang No. 5/1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha.


Editor : Endot Brilliantono

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.