Jum'at, 25 Juli 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

KERJASAMA BILATERAL: Pacu Perdagangan, RI-Chile Sepakat Mulai Negosiasi

Bambang Supriyanto   -   Senin, 22 April 2013, 21:00 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM,SURABAYA – Indonesia dan Chile sepakat untuk segera memulai negosiasi kerja sama ekonomi komprehensif guna meningkatkan perdagangan barang antara kedua negara.

Kedua negara sepakat memulai perundingan secara terbatas untuk perdagangan barang, sedangkan perluasan ke bidang perdagangan jasa dan investasi dilakukan kemudian sesuai kesepakatan bilateral.

Dirjen Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo mengatakan cakupan perundingan terbatas untuk perdagangan barang karena mempertimbangkan nilai perdagangan kedua negara yang masih kecil.

Nilai perdagangan Indonesia dan Chile pada 2012 hanya US$381,99 juta atau 0,2% dari total ekspor nasional US$190,04 miliar, dengan defisit di sisi Indonesia US$31,29 juta.

Defisit itu terjadi karena Indonesia masih bergantung pada impor tembaga dari Chili yang sulit disubstitusi dengan produk dari negara lain.

Sebaliknya, Indonesia selama ini belum banyak memanfaatkan Chile yang sebenarnya potensial menjadi hub untuk masuk ke negara lain di kawasan Amerika Latin, seperti Argentina, Bolivia dan Paraguay.

Pengapalan ke negara di pesisir samudra Pasifik itu sebatas berupa alas kaki dan produk otomotif.

“Saya sering berpikir investment follow trade. Kalau trade belum berkembang, belum kelihatan, ya tidak ada investasi. Kami sepakati dalam term of reference-nya itu CEPA. Ada barang, jasa, investasi, tapi pendekatannya sequent, yang akan dirundingkan goods-nya dulu,” katanya di sela pertemuan menteri perdagangan Asia Pacific Economic Forum (APEC), Minggu (22/4).

Kegiatan pranegosiasi Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership (IC CEPA) sebetulnya sudah dimulai sejak lama. Studi gabungan (joint study group) kedua negara telah rampung pada 2009, tetapi negosiasi belum juga dimulai karena berbagai kendala.

Pertemuan kepala negara RI dan Chili di Vladivostok, Rusia, tahun lalu mengamanatkan negosiasi CEPA kedua negara harus segera diluncurkan.

Untuk itu, ajang pertemuan menteri perdagangan APEC pekan lalu dimanfaatkan kedua belah pihak untuk menindaklanjuti amanat kepala negara dengan meneken pernyataan bersama bahwa kedua negara mulai melakukan persiapan negosiasi.

Dalam waktu dekat, kedua pihak akan menunjuk tim perunding (trade negotiation committee) dan aturan perilaku (rules of conduct).

Sekalipun demikian, prioritas penyelesaian perundingan IC-CEPA masih di belakang Indonesia-Korea CEPA yang sudah melewati negosiasi putaran kedua dan Indonesia-Australia yang mulai masuk ke putaran pertama.

CEPA dengan kedua negara diprioritaskan karena Republik Korea dan Australia akan menjadikan Indonesia sebagai pusat investasi.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menekankan kerja sama RI-Chile harus didasari semangat menemukan peluang untuk meningkatkan perdagangan kedua negara.

“Kedua, kita harus menciptakan perdagangan dua arah yang adil. Ketiga, tentunya jangan sampai mengganggu kesiapan kita, tetapi justru kalau bisa menopang daya saing kita,” ujarnya. (Foto:crossed-flag-pins.com)


Source : Sri Mas Sari

Editor : Bambang Supriyanto

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.