Selasa, 21 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

TKI Berpotensi Bentuk Usaha Pertanian

Herry Suhendra   -   Jum'at, 26 April 2013, 10:33 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, BOGOR: Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bila kembali ke Tanah Air, mereka bisa mengelola penghasilannya dalam bentuk usaha pertanian.

Data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menyebutkan penghasilan TKI saat ini mencapai Rp120 triliun per tahun.

“Selain itu umumnya  80 %  TKI berasal dari keluarga petani. Saya mengajak IPB untuk bagaimana TKI bisa berkolerasi dengan dunia pertanian, “ ujar Kepala BNP2TKI, Jumhur Hidayat  dalam acara Studium General  yang mengusung tema Dengan Semangat Wirausaha, TKI membangun Pertanian Indonesia di kampus IPB Darmaga melalui siaran pers IPB, Jumat (26/4/2013).

 “Jika program ini bisa berjalan dan  serius dijalankan, tidak mustahil kebangkitan pertanian dimulai dari situ, “ kata Jumhur.

Lebih lanjut Jumhur mengatakan dengan penghasilannya TKI mampu memiliki lahan-lahan yang luas sehingga jika hal tersebut bersinergi, semua orang  tertantang, ada IPB, ada pasar, ada lahan dan ada modal.

“IPB banyak ilmunya, ada sistem  integrasi hulu hilir.  Hanya perlu dipastikan hal tersebut adalah milik masyarakat, bukan instansi tertentu, “ tandasnya.

Dengan demikian dapat dipastikan tenaga-tenaga potensial tidak lari ke luar negeri untuk mencari penghasilan besar, melainkan dapat mengabdi untuk negerinya sendiri.(msb)

 


Source : Herry Suhendra

Editor : Martin Sihombing

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.