Selasa, 16 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

TENAGA KERJA: Kadin Rintis SDM Unggul

R Fitriana   -   Selasa, 30 April 2013, 14:32 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA—Kamar Dagang dan Industri Indonesia berharap dapat memunculkan sinyal akan hadirnya integrasi pemahaman untuk membangun sumber daya manusia yang berdaya saing.

Menurut Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto, upaya pihaknya mewujudkan SDM yang unggul dan produktif adalah langkah antisipasi terhadap perkembangan ekonomi global dan regional.

“Integrasi kebijakan dan koordinasi diperlukan untuk memecahkan permasalahan dalam meningkatkan kualitas SDM mulai dari pendidikan, kesehatan dan lapangan pekerjaannya,” katanya dalam keterangan pers, Selasa (30/4/2013).

Suryo menjelaskan integrasi itu diperlukan agar Indonesia juga lebih siap menghadapi tantangan ekonomi regional, misalnya terhadap Asean Economic Community (AEC) 2015.

Indonesia memang dianggap belum siap, lanjutnya, karena belum mampu melakukan integrasi unsur-unsur ekonomi di dalam negeri.

Namun, Suryo menambahkan pembenahan kualitas SDM harus segera dibenahi agar benar-benar mampu menghadapi tantangan ke depan dan berdaya saing.

“Integrasi regulasi antara pusat dengan daerah sangat berguna bagi langkah dunia usaha dalam mengambil tindakan,” jelasnya.

Apabila pemerintah pusat dan daerah terintegrasi, tentu dunia usaha akan mudah mengikuti, sehingga pada akhirnya dapat bersinergi, seperti dalam proses link and match pendidikan dan pasar kerja yang dibutuhkan. (ra)


Editor : Rustam Agus

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Dapatkan data Neraca, Reksa Dana, Waran, Swap, Valas, Obligasi, dan Saham. Klik disini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik disini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.