Jum'at, 22 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

120 UMKM Sumsel Bermitra Dengan Investor Besar

Dinda Wulandari   -   Selasa, 30 April 2013, 19:22 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, PALEMBANG -- Badan Koordinasi Promosi, Penanaman dan Perencanaan Modal Daerah Sumsel sepanjang 2013 menargetkan 120 usaha kecil menengah dan mikro dapat menjalin kemitraan dengan penanam modal besar.

Kepala Badan Koordinasi Promosi,Penanaman dan Perencanaan Modal Daerah (BP3MD) Sumsel Permana mengatakan nantinya pelaku usaha dari sektor usaha kecil menengah dan mikro (UMKM) itu akan mengikuti event matchmaking yang dihadiri investor besar di beberapa negara.

"Pertumbuhan UMKM di Palembang ini tergolong tinggi tetapi belum dibarengi dengan kemitraan bersama pemodal besar,"katanya, Selasa (30/4/2013).

Menurut Permana, sektor UMKM di Sumsel yang dapat bermitra cukup bervariasi, salah satunya dari sektor hilir perkebunan, yaitu karet dan kelapa sawit.

Dia mencontohkan UMKM yang bergerak dibidang pengolahan karet dapat memasok komponen bahan baku untuk industri manufaktur maupun migas.
Akan tetapi, sayangnya pengembangan kemitraan UMKM itu terkendala minimnya kegiatan investasi skala besar di sektor manufaktur.

"Sektor hilir seperti pabrik manufaktur itu banyak berpusat di Pulau Jawa, tetapi kami akan berupaya mencari kemitraan dalam line business yang berbeda, bisa disesuaikan,"paparnya.

Dia melanjutkan agar pelaku UMKM di Sumsel dapat bermitra dengan penanam modal besar baik asing maupun dalam negeri maka diperlukan peningkatan keahlian terlebih dahulu. Oleh karena itu, pihaknya saat ini menggelar pelatihan peningkatan kemampuan kewirausahaan umkmk yang berlangsung selama dua hari.

Pelatihan itu sendiri diikuti sekitar 80 peserta yang bergerak di berbagai bidang usaha, termasuk sektor kerajinan dan fesyen.
Program tersebut merupakan program milik BKPM RI di mana badan tersebut akan menggelar pelatihan di 7 provinsi pada tahun ini.

Direktur Pemberdayaan Modal Usaha BKPM Siswaka Sudjana mengatakan pemberdayaan sektor UMKM yang dilakukan oleh pihaknya melalui dua strategi, yaitu strategi naik kelas dan strategi aliansi.

"Kami ingin menunjukkan bahwa BKPM tidak hanya berpihak pada perusahaan besar tetapi juga peduli terhadap industri kecil,"ujarnya.

Siswaka mengemukakan melalui strategi kemitraan BKPM akan menggelar event matchmaking di 7 negara, yaitu di Belanda, Inggris, Ukraina dan negara-negara Asean seperti Thailand dan Malaysia.

Menurut dia, kemitraan dengan investor asing, terutama dengan negara Asean penting dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean yang akan diterapkan pada 2015 mendatang.

"Tahun ini kami akan fokus dengan kemitraan bersama negara Asean karena UMKM kita harus punya daya saing menyambut Masyarakat Ekonomi Asean 2015,"katanya.

Pada tahun lalu, tambah dia, telah terjalin 5 MoU antara UMKM dengan penanam modal besar dari Belanda.

Pemerintah telah mengatur kemitraan antara penanam modal besar skala terbuka dengan UMKM melalui Peraturan Presiden Nomor 76 tahun 2007 tentang kriteria dan persyaratan penyusunan bidang usaha yang tertutup dan bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan di bidang penanaman modal.

Dalam Perpres tersebut tertuang bidang usaha yg mewajibkan kemitraan penanaman modal skala besar dengan UMKM melalui pola, a.l inti plasma, sub kontraktor dan dagang umum.

Salah satu pola, seperti inti plasma dapat terlihat di sektor usaha perkebunan sawit yang banyak berada di Sumatra dan Kalimantan.


Editor : Endot Brilliantono

 

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.