Rabu, 23 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

LOWONGAN PEKERJAAN: Ingin Jadi Freelance, Manfaatkan freelancer.co.id

R Fitriana   -   Rabu, 01 Mei 2013, 17:51 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA—Sistem pencarian pekerjaan freelance dapat menjadi salah satu pilihan memperoleh pekerjaan dan tambahan penghasilan bagi 7,2 juta orang pengangguran di Indonesia.

Helma Kusuma, Indonesia Country Manager dari Freelancer.com, menyatakan jaringan situs freelancer.co.id menyediakan lebih dari empat juta proyek yang dapat dikerjakan.

“Para freelancer dan entrepreneur di Indonesia dapat menemukan pekerjaan dan pekerja dari seluruh dunia dengan hanya menekan tombol secara online,” ujarnya, Rabu (1/5/2013).

Di lain pihak, lanjutnya, banyak orang dapat menemukan kebebasan dari cara bekerja tradisional melalui sistem freelancing.

Menurut dia, meningkatnya tren freelancing akhir-akhir ini membuka kesempatan baru yang menjanjikan bagi jutaan pengangguran yang membutuhkan tambahan penghasilan.

Freelancing merupakan satu cara paling fleksibel untuk menghasilkan uang dan juga membantu memecahkan masalah ketenagakerjaan yang masih berlangsung sampai sekarang di Indonesia.

“Sistem ini dapat juga mengurangi pengangguran di Tanah Air dengan pekerjaan online di berbagai bidang, mulai dari arsitektur, pertamanan, teknologi hingga jasa keuangan,” jelas Helma.

Dia menilai pendekatan pragmatis dan penyelesaiannya dari sudut pandang yang berbeda dapat dipergunakan untuk memecahkan isu ketenagakerjaan yang dihadapi negara ini.


Editor : Martin Sihombing

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.