Jum'at, 01 Agustus 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

WASKITA KARYA Incar Proyek Renovasi Masjid Nabawi

Dimas Novita Sari   -   Kamis, 02 Mei 2013, 22:03 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA--BUMN Konstruksi PT Waskita Karya Tbk mengincar proyek renovasi Masjid Nabawi yang akan segera dilaksanakan oleh pemerintah Arab Saudi dalam waktu dekat ini.

Direktur Utama Waskita Karya M. Choliq mengatakan perseroan kemungkinan akan menggarap masjid terbesar di Madinah, Arab Saudi tersebut.

"Untuk nilainya berapa kami belum tahu. Yang jelas proyek masjid Nabawi itu sepaket dengan Masjidil Haram pengerjaannya," katanya dalam paparan publik, Kamis (2/5/2013).

Setelah sebelumnya mendapatkan proyek tahun jamak renovasi Masjidil Haram senilai Rp70 miliar, perseroan optimis mendapatkan proyek tersebut.

"Proyek tersebut merupakan hak prerogatif raja yang didelegasikan kepada Bin Laden Group, dan Bin Laden sangat senang dengan kami sehingga kemungkinan kami juga menggarap Nabawi," ujarnya.

Dia menyampaikan sejauh ini hubungan Waskita dengan Bin Laden amat baik sehingga bisa mengerjakan banyak proyek di Timur Tengah dalam kurun waktu 5 tahun belakangan.

"Kalau ditanya, mereka itu senang kerja sama orang kita karena bisa diatur, dibandingkan dengan harus kerja sama orang Bangladesh, Turki, dan sebagainya," tuturnya.

Selain dapat menaikkan reputasi Waskita di mata internasional, proyek tersebut juga sangat positif di dalam neraca keuangan perusahan pelat merah tersebut.

"Kami tidak hanya mau semata reputasi akan tetapi yang namanya bisnis juga harus untung," pungkasnya.

Hingga saat ini, perusahaan telah menyelesaikan beberapa proyek di Arab Saudi yakni Riyadh University dan juga Riyadh Financial District.


Editor : Yoseph Pencawan

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.