Sabtu, 20 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

PERKEMBANGAN UKM:Peningkatan Usaha Kecil ke Menengah Lamban

Mulia Ginting Munthe   -   Kamis, 02 Mei 2013, 16:48 WIB

BERITA TERKAIT

 

 

BISNIS.COM, JAKARTA—Kamar Dagang dan Industri Indonesia menilai pertumbuhan pelaku usaha nasional belum menggembirakan, sehingga ke depan organisasi itu akan fokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha kecil dan menengah.

 Erwin Aksa, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, mengatakan saat ini pertumbuhan pengusaha yang sangat signifikan hanya terjadi pada usaha skala kecil dipicu pengembangan skala usaha mikro sangat besar.

”Pengusaha mikro bermetamorfosis menjadi pengusaha kecil. Namun ada ruang yang lowong, karena lambannya pertumbuhan usaha kecil ke skala menengah,” kata Erwin  melalui keterangan resminya, Kamis (2/5/2013).

Kadin akan fokus pada peningkatan dan pengembangan kapasitas usaha skala kecil agar bisa naik ke level menengah. Kadin berkeinginan jangan hanya berhenti pada skala usaha kecil. 

Menurut dia, masih ada persoalan yang masih menghambat, seperti belum ada perhatian dari pihak regulator, dan rendahnya akses permodalan.

Selain itu  tidak bisa berkompetisi dengan pengusaha besar karena rendahnya akses pasar,  terhimpit serbuan produk luar negeri yang membuat kapasitas usaha kecil tidak naik kelas.

”Dalam waktu dekat kami akan membuat  acuan  bagi usaha kecil ke menengah.” (ltc)

 


Editor : Linda Teti Silitonga

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Berlangganan ePaper Bisnis dan Indonesia Business Daily bisa dengan PayPal. Klik disini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik disini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.